5 Cara Bertahan di Lingkungan Kerja Toxic

Terkadang kita tidak dalam posisi yang tepat untuk memilih pekerjaan atau tempat kerja, dan seringkali berakhir di lingkungan kerja toxic. Akibatnya, kamu harus menghadapi orang-orang toxic seperti atasan bawel yang tidak tahu dengan pekerjaannya atau rekan kerja berisik nan kepo. Apalagi bila harus sampai kerja lembur, istilah “Work until you drop” benar-benar akan membunuhmu di lingkungan seperti ini.

Namun mau bagaimana lagi, manusia harus menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya, bukan sebaliknya. Begitu juga dengan lingkungan kerja, kamu harus bisa beradaptasi di lingkungan kerja toxic demi peningkatan kondisi keuangan dan menambah pengalaman kerja untuk masa depan. Tapi, bagaimana caranya bertahan di lingkungan negatif ini?

1. Jangan bawa pekerjaan di lingkungan kerja toxic ke rumah

lingkungan kerja toxic goodmen

Nuansa kantor yang toxic pasti akan membuatmu memandang bahwa kantor itu sendiri sudah menjadi lingkungan negatif. Jadi, kenapa pekerjaan dari lingkungan negatif harus kamu bawa ke rumah, seakan memasukkan aura toxic ke dalam ranah pribadimu sendiri? Karena itu, jangan coba-coba melakukannya.

Make yourself comfortable at least once in a day. Jangan bawa-bawa pekerjaan ke dalam rumah, atau bahkan berbicara tentang pekerjaan itu sama sekali. Jangan buka e-mail kantor untuk memeriksa pekerjaan atau buka medsos untuk berkomunikasi dengan orang-orang kantor, terutama mereka yang toxic. Tapi bila memang terpaksa harus bekerja di rumah, iringi dengan melakukan hal yang kamu suka, seperti mendengar musik favorit, menonton film, atau bermain game.

2. Buat tembok pembatasmu sendiri

lingkungan kerja toxic goodmen

Kita jujur saja ya, membuat tembok pembatas diri itu tidak mudah, apalagi di lingkungan kerja. Namun bila kamu berhasil melakukan dan mempertahankannya, perasaanmu akan jauh lebih nyaman di ruang kerja dibanding sebelumnya. It really IS worth of your time and effort. Lalu, seperti apa yang dimaksud dengan ‘tembok pembatas’ ini?

Maksudnya adalah berani menolak bila disuruh bekerja di rumah, terutama ketika weekend, menolak bila diajak rekan kerja jalan-jalan usai jam kerja, dan tiba di kantor tepat waktu lalu pulang teng-go. Dengan melakukan hal-hal tadi, kamu akan memiliki jeda untuk bernapas sejenak dan menegaskan kepada rekan kerjamu bahwa dirimu memiliki kehidupan yang sama pentingnya di luar lingkungan kerja.

3. Miliki teman curhat

lingkungan kerja toxic goodmen

Bekerja di lingkungan kerja toxic pasti akan menguras kesabaran dan kekuatan mental, sehingga kamu akan membutuhkan wadah curhat sebelum perasaan-perasaan negatif tadi meluap. Tapi, jangan salah memilih teman curhat. Kamu butuh orang yang bisa dicurahkan keluh kesah, bukan orang yang membajak kehidupanmu dengan memanfaatkan perasaanmu.

Karenanya, akan lebih bijak bila teman curhat ini bukan berasal dari lingkungan kerja toxic-mu. Tidak usah paksa mereka untuk membantu mencari jalan keluar dari masalahmu di lingkungan kerja, minimal cukup buat mereka mengerti bahwa yang kamu butuhkan hanya sekadar kawan curhat.

4. Hindari drama, perbaiki komunikasi

lingkungan kerja toxic goodmen

Bila lingkungan kerja sudah terlalu banyak mengeluarkan aura negatif, orang-orang toxic pasti akan menemukan cara yang melibatkanmu ke dalam drama politik kantor. Tentunya, drama seperti ini harus dihindari demi kesehatan mentalmu sendiri. Karena itu, jaga jarak dari orang-orang toxic tadi dan alihkan pembicaraan jika mereka mulai membicarakan hal-hal negatif di hadapanmu, terutama terkait lingkungan kerja.

Namun ingat ya, jaga jarak dari mereka, bukan hindari mereka sepenuhnya. Komunikasi tetap harus dipertahankan demi menjaga profesionalisme kinerja, sekalipun di lingkungan kerja toxic. Jangan sampai ada masalah dengan rekan kerjamu yang didiamkan terus menerus hingga akhirnya menjadi drama baru. Untuk itu, selesaikan masalah secepatnya secara profesional tanpa pandang siapapun mereka yang berurusan denganmu. Don’t rub more salt to the wound.

5. Siapkan rencana darurat ketika hendak keluar dari lingkungan kerja toxic

lingkungan kerja toxic goodmen

Pasti akan tiba waktunya ketika dirimu sudah tidak tahan dengan lingkungan kerja saat ini dan ingin segera mencari tempat kerja yang ideal tanpa banyak drama. Walaupun harus menunggu 3 bulan atau bahkan 3 tahun lagi, tidak masalah bila kamu bersiap-siap untuk hengkang dari pekerjaanmu saat ini. Malahan, hal seperti ini harus kamu persiapkan secepat mungkin.

Dengan menyusun rencana untuk keluar dari lingkungan kerja toxic, batinmu akan memberikan sugesti bahwa hal-hal negatif ini tidak akan bertahan selamanya. Selain itu, ia menjadi pengingat bahwa pekerjaan yang kamu lakukan saat ini sangat penting demi pengalaman, portofolio, dan masa depanmu. Terakhir, kamu juga akan lebih siap ketika harus keluar dari tempat itu, entah karena kemauanmu sendiri atau karena dipecat dari kantor, dan segera move on menuju lingkungan kerja yang lebih baik.

Ingat, meski lingkungan kerja tidak selalu bisa dipilih dan diubah, keputusan yang kamu buat di dalamnya bisa diubah. Abaikan hal-hal negatif itu semua, lalu mulailah lakukan hal-hal positif bagi dirimu sendiri di tengah lingkungan kerja toxic.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen