5 Panduan Membangun Rumah di Mars

Kalau kita harus menjalani sisa hidup dan memiliki rumah di Mars, apa yang paling kita rindukan dari Bumi ya?Unknown

Mencari tahu bagaimana bisa menciptakan rasa aman dan nyaman tinggal di planet merah itu pasti masih akan terus menjadi tantangan. Akan tetapi, dengan seringnya kita dengar pembahasan atau diskursus tentang bagaimana hidup di planet Mars. Rasanya membuat kita jadi berpikir gimana ya cara mengganti sensasi dari sinar matahari yang terpapar di wajah atau rumput yang kita injak kita nantinya.

Akan selalu menjadi pembahasan menarik untuk mendiskusikan rumah seperti apa yang bisa dibangun di Mars. Tak usah khawatir, penelitian tentang “hidup di Mars” sesungguhnya telah melibatkan banyak ahli.

Workshop di University of Bristol bekerjasama dengan seniman lokal Ella Good dan Nicki Kent untuk membuat rencana pembangun rumah contoh Mars (Martian House) di Bumi.

Proyek ini adalah bagian dari karya seni publik skala besar, dengan tujuan merancang rumah sebelum membangunnya pada 2019. Dalam proyek itu mereka menemukan ada lima hal utama yang harus dilakukan, idenya terinspirasi dari berbagai pusat penelitian seperti Biosphere 2 dan Mars Desert Research Station di Utah, US.

1. Rumah di mars lebih nyaman dengan Private-Room, karena akan menentukan tujuan hidup

rumah di mars goodmen
ISS private living quarters. NASA

Untuk membangun rumah di Mars, proyek ini bekerja sama dengan perusahaan arsitektur Hugh Broughton Architects, perancang Halley VI British Antartics Research Station.

Mereka mengatakan bahwa kebutuhan akan privasi atau ruang pribadi dalam ruang yang kecil sangat penting. Ini adalah masalah yang sudah dialami oleh penduduk yang tinggal di lingkungan sempit.

Dengan alasan tersebut, sebuah rumah di Mars dianjukarkan memiliki ruang pribadi yang kecil di dalam rumah. Rumah-rumah juga bisa dikelompokkan dalam bentuk cluster.

2. Minimalkan limbah / barang tidak berguna

Kunci lain untuk desain rumah ruang angkasa adalah sebanyak mungkin harus bisa memperbaharui atau mendaur ulang energi, bahan bakar, makanan dan limbah. Hidup di ruang angkasa, dan di Mars, adalah tentang hidup secara efisien.

Bersamaan dengan teknologi yang telah terbukti bermanfaat di negara berkembang, kita perlu menanam makanan, mengeksplorasi dan bereksperimen, sambil mendaur ulang udara, air dan limbah dengan energi sekecil mungkin.

Tempat-tempat yang menunjukkan hidup dengan kelangkaan, seperti barak pengungsian, mungkin benar-benar membantu kita menemukan ide untuk sistem tenaga dan pembuangan limbah yang bisa digunakan di planet lain.

Tenaga surya dan pengomposan dari limbah manusia adalah contoh yang baik dari daur ulang dan penggunaan energi baru.

3. Memanfaatkan bahan bangunan lokal

rumah di mars goodmen
© Martian House Brigstowe workshop illustration by Andy Council.

Karya James Norman sebagai insinyur sipil pada berbagai jenis konstruksi di Bumi menunjukkan teknik pembangunan menggunakan tanah lokal untuk membuatstruktur bangunan yang murah tapi stabil. Tapi mungkin metode ideal ini akan sangat mahal mengingat harus mengirimkan bahan bangunan dari bumi. Oleh karena itu, lebih baik menggunakan bahan lokal yang tersedia langsung disana.

Bob Myhill, seorang ahli geologi dari University of Bristol yang bekerja di Mars InSight NASA menegaskan bahwa metode pembangunan dengan material lokal bisa memberikan perlindungan radiasi tebal yang dibutuhkan di Mars.

4. Ciptakan penghijauan

Satu hal yang mungkin kita lewatkan di Mars adalah penghijauan. Perlu dilakukan penghijauan melalui teknik yang dikenal sebagai “terraforming“.

Penelitian botani di planet kita sendiri telah menyelidiki cara membuat jiplakan hutan purba. Hutan-hutan purba pada akhirnya bisa mengajari kita bagaimana membangun lingkungan biologis yang kompleks.

5. Mendesain pengalaman sensori

keluarga rumah di mars goodmen

Pengalaman sensori yang sudah akrab dengan kita tentunya akan dirindukan oleh manusia yang memilih untuk meninggalkan bumi. Penelitian terbaru menunjukkan pentingnya aspek-aspek sensori dari lingkungan untuk kesehatan dan kesejahteraan manusia. Hmmm, sepertinya untuk kasus ini augmented reality bisa membantu memvisualisasikan.

Menurut ahli saraf kognitif Bristol, Ute Leonards, lingkungan yang kita bangun secara langsung memengaruhi kemampuan kita untuk berfungsi. Augmented reality yang menggambarkan tumbuhan, air yang mengalir dari alam, dan suara burung berkicau bisa membantu menciptakan lingkungan yang mendukung dan membantu manusia bertahan secara emosional di dunia baru ini.

Credits to Lucy Berthoud, an original article of The Conversation

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen