5 Tips Menghadapi Putus Cinta

Putus cinta dengan wanita yang disayangi buat kebanyakan laki-laki akan memberi efek samping sedih. Entah sebagai pihak yang memutuskan atau bukan, akan ada berbagai emosi yang dirasakan. Lamanya bisa berminggu-minggu atau bahkan sampai berbulan-bulan setelah putus. Berakhir dengan luapan emosi ataupun sedikit tangisan, putus termasuk momen sulit di kehidupan tiap pria.

Umumnya, laki-laki segan untuk mengakui emosi dan perasaannya, apalagi menceritakannya. Bukan berarti tidak merasakan kesedihan setelah putus. Tapi, beberapa penelitian baru-baru ini menunjukkan fakta kalau putus cinta justru lebih berpengaruh kepada pria ketimbang pada wanita. Tapi jangan khawatir, ada beberapa strategi untuk mengatasi hari-hari gelap yang dirasakan setelah putus sampai nantinya perasaan pun berubah menjadi cerah seperti sedia kala. Check this out!

pria menangis putus cinta goodmen

1. Feel the Feelings

Scientific American baru-baru ini menulis tentang studi dari Rutgers University yang menggunakan teknologi neuroimaging untuk menunjukkan apa yang terjadi di otak manusia ketika mengalami penolakan. Para peserta penelitian diperlihatkan foto-foto mantan (ex) mereka. Menggunakan MRI, para peneliti melihat kalau otak mereka menunjukkan aktivitas yang meningkat di beberapa area yang berhubungan dengan apresiasi, motivasi, adiksi, dan gangguan obsesif-kompulsif. Inilah kenapa seseorang diharuskan untuk terus berjuang atau left behind all the baggage setelah putus, karena mengisi pikiran dan hati dengan hal-hal yang negatif justru akan menjadi masalah dikemudian hari. It’s always easier to say but nothing better than just let negative things go.

2. Jangan Mencoba Untuk ‘Balikan’

Pergi tengah malam, memainkan lagu romantis di bawah jendela kamarnya sambil membawa seikat bunga bak cuplikan dalam film di Hollywood atau Bollywood, dan yakin si dia akan memaafkan dan menerima kita kembali. Don’t do that, gentleman! Itu Cuma bagian dari fantasi di adegan film romantis. Banyak adegan film yang mengajari laki-laki untuk melakukan romantic moves terus menerus demi balikan dengan si dia. Tapi kenyataannya, kehidupan nyata gak semudah film. Terlalu ‘lebay’ malah bisa dianggap oleh para mantan sebagai bentuk ‘keputusasaan’. Kecuali kalau si dia memang jodoh kita dan kemakan sama gombalan ala Hollywood tadi. Ingat, sejatinya tidak ada yang bisa dilakukan untuk memaksa seseorang mencintai kita. Kalau memang tidak bisa ya biarkan natural seperti apa adanya, jangan malah memberi kesan memaksakan atau membuat si dia merasa bersalah sudah menolak kita.

3. Memiliki Teman yang Sama, Terus Gimana?

Setelah ‘jadian’ cukup lama, tak heran kalau banyak temannya yang juga menjadi teman kita, begitu juga sebaliknya. Gimana kalau hubungan sudah berakhir? Umumnya teman-teman yang dimiliki oleh masing-masing mantan pasangan akan berpihak pada teman asli (lama) mereka. Yup, mungkin network pertemanan akan sedikit berkurang dari semula. Tapi, gak perlu ada perebutan ‘teman’ dengan sang mantan. Orang memang cenderung secara alami tertarik pada satu kubu (pihak) setelah putus. Mungkin itu salah satu contho dari yang namanya seleksi alam. Setelah putus, pertemanan yang tetap terjalin malah bakal terasa lebih organik.

4. Stop Galau, Be Productive

Saat galau sering rasanya cuma ingin tidur, duduk-duduk, atau mendengarkan lagu sedih. Fight it, gentlemen! Gunakan semua waktu yang ada untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman diri sendiri. Berada di hubungan jangka panjang identik dengan adanya kebiasaan tertentu. Tak lagi melakukan kebiasaan itu memang terasa asing dan gak nyaman. Tapi, cobalah netralkan rasa tidak nyaman itu dengan mencoba hobi baru. Pilih sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya atau coba tanyakan ke diri sendiri “When did the last time you did something for the first time?”, namun belum pernah dicoba sebelumnya. Intinya, alihkan perhatian dengan melakukan aktivitas positif. Bisa dengan menghabiskan waktu ke gym lebih banyak, belajar masak, atau memodifikasi kendaraan. Apapun itu, tuangkan sebagian emosi yang muncul akibat breaking up dan ciptakan sesuatu yang bisa membuat diri sendiri bahagia dan membanggakan.

5. Take a Man-cation

Mencari suasana dan atmosfir baru supaya pikiran dan hati terhindar dari efek penat yang mendalam, inilah saatnya untuk man-cation. Tiap laki-laki pasti punya preferensi destinasi yang beragam, tapi bagian serunya adalah kita gak perlu memperhitungkan orang lain dalam solo trip ini, jadi benar-benar bisa melakukan perjalanan apa pun yang diinginkan. Kapan lagi bisa merencanakan perjalanan tanpa mempertimbangkan apa yang diinginkan orang lain? Yuk, rencanakan short trip getaway kamu. Man-cation gak harus hedonistik. Lihat pemandangan, makan makanan enak, pergi keliling kota. Intinya eksplorasi diri dan ciptakan perjalanan atau pengalaman baru. Meluangkan waktu untuk diri sendiri bisa membantu kita kembali terhubung dengan “kita” yang dulu, sebelum hubungan dengan orang baru akan dimulai. Remember to love yourself first!

Berpisah dengan seseorang setelah sekian lama bersama adalah transisi besar dalam hidup. Kalau ada yang sedang berada di masa ini, jangan lupa, kita masih menjadi diri “kita” sendiri. Hubungan adalah tentang dua individu yang menjadi satu, tapi saat kembali ‘sendiri’, perlu waktu untuk beradaptasi lagi. Ingatlah: kita AKAN melewatinya dan AKAN menjadi lebih kuat. Susah? Iya, tapi pasti ada cara. Gak cuma untuk mengatasinya, tapi juga menjadi lebih berkembang bersama dengan kehidupan kita yang baru.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen