Ada begitu banyak hal yang bisa mengancam bahkan merusak karier orang-orang yang secara personal baik dan pekerja keras. Kesalahan yang terlihat seolah terlalu jujur malah sering membawa konsekuensi yang tidak mengenakkan. Sebagian besar orang menyudahi karir mereka secara sadar, dan sering sekali terjadi loh.

Sebuah survei oleh VitalSmarts menemukan bahwa 83% orang pernah mengetahui dan melihat orang lain membuat kesalahan yang membahayakan karier, reputasi, atau bisnis mereka sendiri, dan 69% mengakui bahwa mereka sendiri yang melakukan sesuatu yang telah membahayakan karier mereka. Nah, dari 69 persen itu berikut adalah alasannya.

  • 31% meminta promosi, atau kenaikan gaji (mungkin bukan pada waktu dan kondisi yang tepat yah)
  • 27% merusak hubungan kerja dengan rekan kantor  (drama di kantor kadang emang suka terjadi)
  • 11% menghancurkan reputasi mereka

Angka-angka di atas menunjukkan bagaimana karier bisa rusak kalau tidak berhati-hati. Kabar baiknya adalah jika ingin tetap sadar akan pentingnya kehidupan karier, maka berikut yang bisa dikendalikan sebelum nantinya telat dan akan membahayakan karier kita.

Bermain politik

Bekerja keras untuk membangun hubungan kerja yang kuat sangat berbeda dengan menghasut, memihak, berpihak, menyebarkan gosip, dan semua hal lain yang berada di bawah payung “politik.” Kalau merasa diri was-was atau malu jika beberapa ‘manipulasi di balik layar’ terungkap, itulah politik. Tetaplah humble dan bersikap percaya diri di depan rekan kerja.

Terlalu menjanjikan tapi, kurang memberikan

Sangat menggoda untuk memberikan berbagai janji kepada rekan kerja, terutama ketika diri ini memang jujur ​​dan pekerja keras serta percaya kita bisa melakukannya. Masalahnya adalah tidak ada gunanya menciptakan tekanan tambahan yang bisa membuat diri menjadi terlihat buruk. Jika kita berjanji untuk melakukan sesuatu dengan sangat cepat dan melewatkan waktu deadline dengan sedikit, mungkin akan berpikir bahwa kita melakukan pekerjaan dengan baik karena masih bisa menyampaikan dengan cepat. Tetapi pada saat kita menjanjikan sesuatu kepada seseorang, mereka mengharapkan sesuatu yang lebih. Image kita akhirnya tampak jelek ketika gagal. Ini adalah salah satu situasi di mana persepsi lebih penting daripada kenyataan. Bersikaplah realistis tentang hasil yang bisa diberikan dan sampaikan, sehingga ekspektasi yang sesuai pun bisa dirasakan.

Mudah puas dengan pencapaian karier

Kapan terakhir mempelajari keterampilan baru atau bahkan memoles resume? Kalau sudah lama sekali sampai tidak bisa mengingat, kita mungkin sudah merasakan kepuasan dalam diri dengan kondisi saat ini. Itulah hal yang dapat membunuh karier. Berbagai perubahan terjadi, terutama teknologi, dan itu tidak bisa dihindari. Kalau terlalu sibuk untuk mempelajari sesuatu yang baru atau memperluas jaringan, prioritas akan tercampur aduk. Namun, jika menjadikan continuous growth and development sebagai prioritas, maka kita akan lebih siap menghadapi apa pun.

Takut akan perubahan

Dalam suatu survei, 91% responden mengatakan bahwa karyawan yang paling sukses adalah orang-orang yang bisa beradaptasi dengan perubahan tempat kerja. Perubahan adalah bagian konstan dari kehidupan kita, baik secara pribadi maupun profesional. Tidak masalah apakah kita berpikir ada hal yang harus diubah atau lebih suka cara lama, yang penting ubah saja. Kita tidak harus belajar untuk menyukainya, melainkan harus belajar untuk berhenti menolak dan mulai beradaptasi dengannya.

Memiliki inflatable ego

Pernahkah bekerja dengan seseorang yang memiliki serangkaian keberhasilan dan mulai berpikir bahwa mereka adalah orang yang terbaik dari yang terbaik? Yap, menjadi sukses itu menyenangkan. Tapi, masalahnya dimulai begitu ada pemikiran bahwa kesuksesan akan bertahan selamanya dan kita memang berhak mendapatkannya. Jangan pernah puas dengan bertumpu pada satu kesuksesan. Siapkanlah diri jikalau terjadi kegagalan yang sangat menyakitkan.

Kecerdasan emosi yang rendah

Semua orang tahu bahwa kita bisa dipecat karena tidak mampu membangun hubungan baik dengan orang lain. Kalau semua orang tahu kapan kita merasa bosan atau jengkel atau saat merasa apa yang dikatakan rekan kerja itu bodoh, kurangnya kecerdasan emosional ini akan mengejar kita. Ledakan emosi, meremehkan orang lain, menyuruh rekan kerja diam ketika mereka berbicara, kesadaran diri yang rendah, and just generally being difficult adalah cara lain yang menunjukkan bahwa kurangnya kecerdasan emosional akan sangat membahayakan karier.

Menjilat atasan di kantor

Menjilat tidak ada hubungannya dengan hubungan nyata yang dibangun berdasarkan rasa hormat; itu licik dan curang. Dengan menjilat, seseorang berharap menjadi selangkah lebih maju dengan mengikuti ego dari atasannya. Tapi, Itu tidak berjalan dengan baik dengan rekan-rekan kerja kita. Ya, kita ingin meningkatkan hubungan dengan atasan, tetapi tidak dengan merendahkan rekan kerja lain. Itulah perbedaan utama di sini. Agar hubungan atasan-karyawan berjalan baik, harus didasarkan pada authenticity.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen