Drew adalah seorang laki-laki berusia 20-an yang tinggal di Washington DC. Ia mengelola blog “Guy on FIRE”. Dari yang awalnya berhutang, dalam empat tahun ia memiliki kekayaan bersih lebih dari $500.000. Nah mari kita simak apa saran keuangan yang bisa kita pelajari dari cerita Drew dalam perjalanan karirnya.

Ketika Drew berumur 23 tahun, ia memiliki hutang $25.000. Drew lulus kuliah dengan $20.000 hutang dari student loan, yang akan dilunasi akhir tahun ini, dan $5.000 dalam utang kartu kredit. Ia mendaftar kartu kredit saat liburan musim semi. Untungnya, kartu itu memiliki bunga 0,0%. Membayar kartu kredit adalah prioritas utamanya setelah lulus. Ia melakukan ini dengan tinggal di rumah selama beberapa bulan, mengerjakan beberapa pekerjaan sampingan (part time), dan makan di rumah.

Setelah lulus, Drew bekerja di bidang real estate komersial. Pada usia 25, kekayaan bersih yang dimiliki Drew lebih dari $100.000. Ia mendapatkan gaji dengan 5 digit dalam US dollar sebagai analyst tingkat pemula.

Pada usia 27, Drew telah membangun kekayaan bersih sebesar $500.000 dalam empat tahun. Rinciannya yaitu sekitar 65% real estate, 30% saham, dan 5% uang tunai. Dari pengalaman Drew, ia telah mengembangkan rumus tiga langkah simple untuk membangun kekayaan yang bisa diikuti siapa saja:

1. Pengeluaran yang lebih sedikit dibanding pendapatan

2. Menabung dan investasi di bidang berbeda

3. Ulangi terus 2 langkah diatas.

Saat ini Drew berumur 28 tahun dan akan mandiri secara finansial ketika masuk usia 30 tahun. Bagi Drew, kemandirian finansial berarti fleksibilitas tanpa batas. Ia bisa melakukan apa yang penting baginya. Ia memiliki kemewahan untuk tetap bekerja tetapi fleksibilitas untuk melakukan travel full-time tanpa pekerjaan.

Drew menyatakan bahwa dirinya adalah seorang laki-laki rata-rata yang tidak lulus SMA tepat waktu, gagal keluar dari kampus dua kali (tetapi akhirnya lulus), dan tidak pernah menerima warisan atau rejeki nomplok. Begitulah cara Drew tahu orang lain juga bisa membangun kekayaannya sendiri, entah seperti apa orangnya.

Rumus tiga langkah simple yang sudah disebutkan sebelumnya bisa dipecah menjadi tips yang lebih spesifik lagi. 

Simak Saran Keuangan Yang Bisa Kita Pertimbangkan Untuk Diri Kita Sendiri:

1. Buat anggaran dan lacak pengeluaran

mengatur keuangan menggunakan microsoft excel

Melacak pengeluaran dan membuat anggaran adalah suatu keharusan. Kebanyakan orang tidak tahu kemana uang mereka pergi. Sulit untuk membelanjakan lebih sedikit daripada yang kita hasilkan kalau tidak tahu berapa banyak yang dibelanjakan.

Tracking tool gratis yang bisa didownload di playstore atau appstore adalah cara yang bagus untuk melacak pengeluaran dan membangun kekayaan.

2. Bayar diri kita terlebih dahulu

millennial hidup bahagia

Menurut beberapa sumber, rata-rata orang Amerika hanya menghemat kurang lebih 5.7% dari pendapatan mereka. Kebanyakan orang membayar semua tagihan mereka kemudian membelanjakan sisanya. Kalau ada yang “sisa”, barulah biasanya disimpan.

Membayar diri sendiri lebih dulu adalah cara yang sangat disarankan guna membangun karakter “siap kaya.” Penasaran maksudnya apa? Jadi, alokasikan sebagian dari gaji kita secara otomatis untuk tabungan dan investasi. Kemudian, fokus pada membayar tagihan penting seperti sewa rumah dan kebutuhan bulanan. Nikmati sebagian dari sisa uang untuk apapun yang membuat kita bahagia. Cara ini dijamin akan membuat kita bisa lebih menghemat uang dan menciptakan kekayaan secara perlahan dan pasti.

3. Hindari hutang kartu kredit

menggunakan kartu kredit dengan cermat

Hutang kartu kredit menghancurkan kekayaan. Perusahaan kartu kredit biasanya mengenakan bunga tinggi. Suku bunga rata-rata sekitar 16%, tetapi beberapa kartu dikenakan biaya lebih dari 25%. Sedangkan, pasar saham rata-rata sekitar 10% setiap tahun.

Karena utang kartu kredit lebih besar bunganya daripada investasi tradisional, utang kita akan tumbuh lebih cepat daripada tabungan dan investasi. Hindari hutang kartu kredit. Bukan berarti harus takut dalam menggunakan kartu kredit, tetapi pertimbangkan kemampuan keuangan sebelum memutuskan untuk menggunakannya.

4. Persiapkan dana darurat

Persiapkan untuk hal yang tak terduga. Kita harus menyisihkan tiga hingga enam bulan biaya hidup dalam dana darurat. Memiliki uang tunai akan membantu kita melewati masa-masa sulit dan menghindari utang kartu kredit.

Dana darurat akan melindungi kita di saat kehilangan pekerjaan, punya tagihan medis, atau perlu memperbaiki mobil. Begitulah hidup. Kita harus selalu positive thinking, tapi juga bersiap dengan segala kemungkinan skenario terburuk di masa depan.

5. Manfaatkan employee benefits

Pengusaha saat ini menawarkan lebih banyak manfaat daripada sebelumnya. Banyak perusahaan menawarkan asuransi kesehatan, uang buku, uang kacamata, dan sebagainya. Beberapa perusahaan juga memberikan penggantian uang sekolah untuk melanjutkan pendidikan. Luangkan waktu sejenak untuk meninjau employee benefit itu. Kalau bingung, kita bisa bertanya kepada bagian HR perusahaan. Langkah ini lumayan bisa menambah tabungan lho.

6. Berinvestasi lebih awal

menghitung investasi dengan berhitung detail

Waktu terbaik untuk memulai investasi adalah 20 tahun yang lalu. Waktu terbaik kedua adalah hari ini. Semakin awal kita mulai berinvestasi, semakin baik. Ketika berinvestasi, uang akan bekerja untuk kita. Semakin lama kita memiliki uang yang bisa bekerja, akan semakin banyak uang yang akan tumbuh (dengan bunga majemuk).

Berinvestasi seharusnya tidak rumit. Membeli reksadana berbiaya rendah dengan indeks S&P 500 adalah cara yang bagus untuk mulai berinvestasi. Drew melakukan ini setiap minggu. Reksadana indeks menawarkan cara sederhana untuk berinvestasi dan memberikan diversifikasi.

7. Hasilkan pendapatan lebih banyak

Menyimpan dan membuat anggaran sangat bagus tetapi menghasilkan lebih banyak uang akan memungkinkan kita untuk membangun kekayaan lebih cepat. Bagusnya saat ini adalah, menghasilkan uang terasa lebih mudah. Mendapatkan penghasilan tambahan dengan pekerjaan part-time adalah pilihan yang bagus. Jadi freelancer juga boleh. Kita juga bisa belajar dari para ibu-ibu rumah tangga. Sesibuk apapun mereka saat mengurus rumah, mereka mampu membuka online shop. Mereka berjualan atau membuka bisnis lain yang ujung-ujungnya memberikan keuntungan yang cukup besar.

Kalau cara itu bukan gaya kita, tingkatkan kompetensi dan skill kita agar bisa meminta kenaikan gaji. Pertimbangkan untuk mendapatkan sertifikasi atau gelar tambahan. Coba cari informasi, apakah perusahaan menawarkan kemudahan biaya untuk pendidikan lanjutan.

8. Live like a college student for long as possible

dada

Buat yang pernah tinggal di kosan atau kontrakan saat kuliah pasti akan lebih paham dengan saran keuangan yang satu ini. Yap! biasanya pada saat kuliah kita cenderung bersifat kompulsif dan komsumtif, tapi di sisi lain karena kemampuan finansial yang terbatas (alias dipirit-pirit), sering juga bahagia dengan makan telor dadar dan indomie instan aja udah cukup ketimbang harus ke restoran yang fancy.

Kebanyakan orang pasti akan membentuk gaya hidup berdasarkan tingkat pendapatannya. Atau singkatnya mereka cenderung menghamburkan uang ketika pendapatannya tinggi. Nah, saat itulah yang paling berbahaya. Kondisi itu sering disebut sebagai Inflasi Gaya Hidup, dan kalau kita ada disitu maka kita tidak akan pernah jadi kaya.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen