Fundraising atau penggalangan dana sangat erat hubungannya dengan startup. Untuk mendapatkan fundraising bukanlah pekerjaan mudah. Modal yang paling penting adalah persitensi (kemampuan untuk tetap teguh pada apa yang dilakukan), perencanaan yang kuat, dan pemahaman dalam bisnismu.

Kebutuhan sebuah perusahaan rintisan (startup) yang berbasis teknologi, pastinya memerlukan kapital (modal) yang tidak sedikit untuk mengembangkan produknya. Biasanya pada fase awal, startup bisa melakukan pendekatan kepada Angel Investor atau Investor Malaikat. Mereka adalah individu yang tergolong kaya-raya yang memberikan suntikan modal ke startup atau yang sedang bertumbuh, dengan imbalan obligasi konversi atau saham (ekuitas).

Mengutip dari laman yang disusun oleh Vineet Khurana dalam portal bisnis (entreprenuer.com), berikut adalah nasihat dari sang Vice President Chandigarh Angels Network mengenai hal yang perlu kamu siapkan agar mampu menarik seorang Investor Malaikat!

1) Buatlah tulisan seakan kamu sedang menjelaskan dan berbicara langsung dengan si Investor!

Cover letter adalah hal pertama yang akan investor dapat dari kamu. Buat selues mungkin dan meyakinkan. Isinya harus tersusun jelas mulai dari What, Who, How, & Why dari bisnis kamu.

Kalau kamu seorang founder startup atau rekruter, kapan terakhir kamu melihat CV yang sama sekali tidak menarik untuk dilihat (apalagi dibaca dan dipahami)? Kamu pasti akan menyimpulkan isinya tidak relevan dan seringkali langsung pencet tombol “delete” kan?

Sekarang kamu paham maksudnya kan? Bahwa hal yang serupa yang akan investor kamu lakukan kalau Cover Letter yang kamu tulis tidak menarik. Pada dasarnya tulisan kamu harus bertujuan untuk menyenangkan hati investor dengan memberinya informasi yang terstruktur.

Teknisnya, gunakan heading/sub-judul, bullet point list, dan sesuaikan untuk tidak lebih dari 300 kata (4-5 paragraf) supaya masih nyaman untuk dibaca.


2) Kalau kamu belum bisa menjelaskan ke anak 6-tahun, artinya kamu sendiri belum menguasai bisnisnya!

Oke, ketika kamu telah menekan tombol ‘sent’ pada email kamu, jangan dulu berharap langsung dibaca oleh investor karena bisa jadi masih harus melalui review dari tim analis khusus.

Angel investor bukan orang yang memiliki jadwal sepi di tiap harinya. Tandanya, ketika email kamu masuk dia belum tentu memiliki waktu untuk mendalami punyamu. Jelas karena setiap harinya mungkin ada belasan atau bahkan puluhan bahan presentasi bisnis yang ditujukan padanya.

Jadi gini,

Asumsikan dia tidak tahu apapun tentang bisnismu, maka dari itu kamu harus mampu menjelaskan apa dan bagaimana bisnis kamu berjalan hanya dalam beberapa kalimat! Buatlah model bisnis, terutama bagaiman kamu akan mendapatkan penghasilan DAN sebutkan juga apabila perusahaan rintisan kamu telah memiliki traksi atau transaksi dari konsumen.


3) Cold emails bakal berakhir di ‘trash,’ jangan diulang!

Cold emails artinya adalah email yang kamu kirim tanpa saling kenal atau pernah berkomunikasi sebelumnya dengan si penerima. Kita sering menyebutnya spam, dan pasti kitapun akan menghapus sesegera mungkin ketika mendapati email dari seseorang yang tak dikenal.

Pilihan penting: Kamu lebih milih untuk mengirim cold emails ke 100 orang, atau terhubung dengan 10 orang yang memiliki topik diskusi serupa?

Bagi kalian yang punya LinkedIn, bisa cari orang yang mungkin kamu pernah kenal, lalu minta ia untuk mengenalkan kamu ke orang yang kamu cari. Dengan begitu email kamu tidak mendarat di tempat yang bukan seharusnya.

Intinya, ini soal siapa saja orang yang kamu tahu dan siapa yang kenal sama kamu!

Lalu, setelah kamu mendapatkan alamat email orang yang kamu maksud, tuliskan siapa yang telah mengenalkanmu, atau dimana kamu bertemu dengan orang yang bantu menghubungkan kamu dengannya. Mereka (si penerima email) akan lebih menghargai usaha kamu ketimbang cold emails.


4) Berikan alasan mereka harus menghubungimu lagi!

Buat para wirausahawan yang membaca ini, kamu tahu betul pasti apa pentingnya sales atau jualan. Ketika kamu melakukan pitch atau presentasi di depan analis atau investor, buatlah momen itu jadi sesuatu yang membekas bagi mereka. Sejatinya, ide bisnis yang memiliki pengaruh (impact) cenderung lebih meninggalkan kesan pada investor.

5) Jangan malu untuk nanya tentang gimana kelanjutannya kepada investor!

Seperti kita tahu investor malaikat memiliki agenda padat dengan bisnisnya, juga sibuk dengan mencari uang untuk berinvestasi ke startup seperti kamu. Jadi, jangan berharap respon cepat ya.

Nah memang yang jadi PR alias kerjaan rumah adalah, ketika ketika lelah menunggu respon dan modal bisnis semakin menipis. Sarannya, tetap lakukan follow up atau tanya kelanjutannya kepada investor dalam jangka waktu 3-6 bulan. Karena waktu tersebut adalah ideal bagi para investor untuk menentukan apakah akan menanamkan investasi di startup kamu atau tidak.

Dalam kurun waktu tersebut di atas, jangan menyerah dan siapkan perencanaan yang matang untuk ketahanan. Startup pada tahapan awal (seed) memang harus memiliki fondasi yang kuat dulu.


Saran:

Carilah pengusaha yang mampu menjadi penasihat perusahaan rintisan kamu, tingkatkan relasi dan hubungan dengannya agar mampu membuka jaringan potensial demi kebutuhan tumbuh kembang startup kamu.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen