Menjelang pilpres (Pemilihan Presiden) 2019, frekuensi akan informasi kian membludak. Banyak content creator di media sosial yang “memanfaatkan” momentum ini.

COKELAT sebagai salah satu creator di industri permusikan, mengajak masyarakat Indonesia lewat karyanya untuk menggunakan hak pilihnya di Pilpres 2019. Perhelatan pesta demokrasi nasional yang akan dirayakan pada tanggal 17 April 2019 mendatang, menjadi momen bersejarah bagi kita masyarakat Indonesia.

Ditengah informasi yang bebas dan melalu-lalang dengan sangat cepat, terkadang membuat kita menjadi “kebingungan.” Kita sebagai individu yang cerdas, tidak boleh menelan mentah-mentah dan sejatinya memahami substansi dari setiap informasi yang kita serap.

Lewat musik, kita bisa menyatukan semangat dan berbagi enerji yang masif!

Lewat lirik dan komposisi yang diciptakan COKELAT, pesan moral bangsa diinterpretasikan dalam enerji yang positif.

“Kami melalui musik, melalui karya , mengajak semua masyarakat Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih, untuk ikut menentukan masa depan bangsa, dan ikut mewujudkan Pemilu yang damai” Edwin Marshal (gitaris COKELAT)

Menilik ke belakang, ternyata Edwin Marshal telah menciptakan lagu tersebut di tahun 2009 silam. Hanya saja ada penyesuaian pada lirik dan aransemen yang lebih baru dan segar.

Gak nyangka 22 tahun survive berkat percikan beda pendapat

Formasi COKELAT yang terbaru

25 Juni 1996 adalah hari lahirnya COKELAT. Namanya diusung oleh ex-gitaris pada saat sedang latihan disebuah studio di Bandung. Dan lucu juga ketika tahu kalau ternyata makna dibalik nama bandnya tercetus dari gagasan yang simpel dan rasional.

“Yuk gimana kalo namanya cokelat aja! Gampang kan tuh diinget, semua orang juga suka cokelat…”

Roberto Pier

Bicara soal COKELAT, Kikan rasanya sudah melekat banget dengan warna musik COKELAT bagi telinga pendengarnya. Di tahun 2010, Kikan dan Ervin sang drummer berpisah setelah berkarier 14 tahun lamanya. Vokalisnya sempat digantikan oleh finalis Indonesian Idol Musim Keempat (Sarah), namun sayang hanya kurang dari setahun.

Jackline Rossy Natalia, penyanyi yang akrab dengan panggilan “J” ini sebelumnya sering diikutsertakan untuk bernyayi di Gereja saat masa kecil di kota Kupang. Sebelum menjadi vokalis COKELAT, J masih menjadi vokalis Band Boys & Friend yang berasal dari Jakarta.

“Perselisihan itu selalu ada. Itu konsekuensi bekerja dalam grup” Edwin (saat di wawantcarai oleh Tribun)

Menurut saya pribadi, percikan, drama, kebingungan, debat dan segala macam perselisihan dalam sebuah grup itu normal adanya. Justru jika diambil dengan positif malah akan membakar semangat untuk membuat lompatan besar.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen