generasi y milenial

Di titik ini, “serangan” informasi kian tidak bisa dibendung dari aktivitas sehari-hari. Fenomena industri informasi dan teknologi sering membuat generasi X dan baby boomers geleng-geleng kepala dan bingung dengan perubahan perilaku individu para generasi Y (milenial).

Generasi Milenial Dalam Kultur Perusahaan

dear generasi y milenial

Milenial ini seringkali berpikir kritis dalam memenuhi obsesi terhadap teknologi dan sifat egosentris mereka pada umumnya. Egosentris yang salah satu turunannya adalah sifat narsisme ini membuat generasi bapaknya milenial kebingungan. Terutama dalam kultur perusahaan yang mana milenial telah banyak berada di dalamnya, sering kali mereka tanpa segan menyampaikan gagasan atau inspirasi secara gamblang dan berani tanpa peduli hirarki.

dear generasi y milenial

Hal itu beda sekali dengan kultur generasi sebelumnya, yang sejak era 70-an yang memegang taat hirarki dan aturan (Corporate Culture). Banyak pengamat mengatakan, di tahun 2020 setengah dari populasi milenial diprediksi akan menjadi pemilik posisi-posisi penting di perusahaan, itu artinya akan terjadi perubahan kultur yang lebih dinamis dan terbuka (hal yang perlu diantipasi dan disesuaikan oleh generasi X).

Mereka Dalam Hidup Bersosial

Buat yang lahir di era milenial awal (1980-an awal) dan akhir (awal 2000-an) pasti bisa membedakan kebiasaan saat masih kecil. Kelompok milenial awal pasti lebih mengenal permainan yang melibatkan fisik sejak kecilnya. Hampir setiap sore pulang sekolah atau saat hari libur, pasti berinteraksi dan bermain dengan teman sekomplex atau akamsi (Anak-Kampung-Sini). Sedangkan kelompok milenial akhir, yang sudah terlanjur lahir pada era teknologi dan informasi akhirnya menjadi kecanduan permainan di dalam gadget (less real human interaction).

Dalam sebuah set makan di meja makan atau acara kumpul-kumpul (keluarga, geng, komunitas) tidak jarang kita pasti melihat milenial tidak lagi lebih sering berinteraksi dengan orang disekitarnya, melainkan dengan gadgetnya. Ini yang biasa kita sebut dengan istilah “menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh.”

dear generasi y milenial

Ada baiknya kita yang sudah sadar akan ombak-informasi-yang-tak-terbendung ini untuk memberi batasan dan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Pernah mengenal istilah FOMO atau Afraid of Missing Out? Yup, itu adalah fenomena ketika individu takut ketinggalan informasi yang lagi nge-hits cuma karena takut dibilang gak update. Hal itu sangat mengkhawatirkan, karena tiap individu jadi berlomba untuk jadi yang lebih tau dan terlibat (dengan cara apapun), melainkan menjadi pribadi yang peduli dengan kualitas diri dan prinsip hidup.

Simak video di bawah ini untuk tahu alasannya,

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen