pria hidup bahagia dan tersenyum

Buat yang lagi nyari-nyari dan nunggu kapan datang sebuah kebahagiaan dan kesuksesan, yuk pelan-pelan buang racun dunia, lupakan 5 hal di bawah ini dan mulai hidup bahagia!

Kondisi yang sering kita temui, terkadang ketika kita fokus mencari kebahagiaan sering sekali justru yang kita lihat itu “terlalu jauh kedepan.” Terkesan bahwa kebahagiaan itu sifatnya “nanti” / “suatu saat,” dan jadinya hal ini berimbas ke aspek-aspek lain kita dalam melihat jodoh dan promosi kerjaan. Atau simpelnya, ketika kita mengejar mimpi yang jauh, kadang kita sering lupa untuk meraih harapan kecil di depan mata.

Kalau menurut saya pribadi, mengatur goals atau tujuan dalam hidup (yang aspirasional) itu sifatnya kudu dan wajib. Penting banget kalau kita sadar dan memulainya dengan memberi kesempatan pada batin kita untuk bahagia di masa sekarang (present time). Setelah batin kita berada dalam happy-state-of-mind, kita bisa memaksimalkan pikiran positif untuk meraih satu persatu goals yang telah kita set.

Ini dia Alasan-Alasan Untuk Hidup Bahagia Yang Bisa Kita Mulai Dari Sekarang,

1. Udah deh, tinggalin yang namanya paham FOMO

Di era media sosial yang sangat tinggi konsumsinya, tidak sedikit yang peduli “berlebihan” dengan citra diri demi Likes / Comment / Follow  dari orang lain. Bagi kita yang tenggelam dalam fatamorgana Fear-of-Missing-Out (FOMO) atau yang dikenal dengan istilah takut dirinya tidak up to date, cenderung akan jauh dari perasaan bahagia.  Tahu kenapa? karena fatamorgana tersebut dapat menyempitkan sudut pandang kita dan membentuk pola pikir yang impulsif atau tidak pikir panjang.

Business opportunity are like buses, there’s always another one coming (Richard Branson)

Pernyataan dari salah satu orang terkaya di dunia ini sangat logis kan, bahwa kalau kita selalu ingin terlihat sempurna, pada kenyataannya selalu saja ada yang lebih sempurna di mata kita.

2. Jangan Buat Standar Hidup Yang Tidak Realistis dan Berlebihan

Hidup dalam kesempurnaan memang hasrat semua orang, tetapi mengadopsinya dalam keseharianmu bisa bikin kepala dan hati burnt-out atau lelah. Salah satu contoh saja, kalau dalam hal pekerjaan kita selalu tidak mau ada yang salah, itu adalah satu dari sekian perilaku yang tidak realistis.

pria ingin hidup bahagia

Basically and truthfully, kita tidak akan bisa keluar dari zona nyaman dan melebarkan potensi kesuksesan kita kalau masih sibuk dengan hidup dalam kesempurnaan. Karena sesungguhnya kesalahan yang kita buat adalah pelajaran berarti dan terkadang membukakan sudut pandang baru untuk potensi yang tidak terlihat mata.

3. Hidup bahagia dengan melupakan “Negative Self-Talk”

Beberapa studi mengatakan bahwa seseorang dalam sehari berinteraksi 300-1.000 kata kepada pikirannya sendiri (Self-Talk). Contoh yang nyata terjadi pada pasukan Angkatan Laut (AL) kita, bahwa setiap harinya mereka diharuskan untuk selalu berpikir dan berkata positif. Dalam misi dan aksi yang menegangkan ketika berada di dalam air, mengharuskan mereka berada di kondisi yang “terkendali.”

Contoh di atas bisa banget untuk kita terapin di dalam aktivitas kerjaan kita. Untuk memulai, pikirkanlah hal-hal yang positif akan terjadi sesaat kita terbangun dari tidur. Terus berikan afirmasi positif terhadap situasi yang kita hadapi dalam keseharian.

4. Kurangi Pembelaan Diri

Pernah berinteraksi dengan orang-orang yang ngeyel atau tidak mau dikritik? Atau mungkin kita sendiri yang kadang tidak sadar melakukan hal tersebut? Yap, wajar sekali kok untuk mengeluarkan reaksi defensif atau membela diri ketika prinsip atau sudut pandang kita “diuji.”

presiden trump

Memang sulit untuk tidak defensif ketika kita merasa telah memegang prinsip-prinsip yang kuat dan hakiki. Tapi, ternyata studi mengatakan orang yang ingin sukses harus bisa menerima kritik pedas dan mengganggu. Kalau menurut saya, justru meminta feedback atau solusi dari si pengkritik adalah satu langkah kedepan yang lebih baik dalam kita menanggapinya.

5. Kebahagiaan itu Harus Mengesampingkan “Komparasi”

Kalau kita adalah individu yang selalu membanding-bandingkan dengan orang lain, yuk, akui dan saatnya untuk kita stop virus pikiran dan hati itu. Di atas langit masih ada langit, setinggi tingginya kita menurut kita, akan masih ada yang lebih tinggi dari kita. Satu hal yang perlu diingat: Hidup ini bukan lari jarak pendek (sprint), melainkan sebuah marathon panjang.

Membanding-bandingkan itu sesungguhnya adalah pencuri kebahagiaan (Theodore Roosevelt)

Walaupun kadang kita merasa down karena melihat teman-teman kita memiliki hidup atau karir yang lebih baik, atau kita membuat justifikasi dan kesimpulan berdasarkan kesalahan-kesalahan mereka. Percayalah, kedua kondisi tersebut sama-sama tidak produktif dan memiliki potensi bikin stres diri. So please stop negative talk and thinking, and stay true and positive!

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen