Ambisi Nge-Gym? Bisa Jadi itu Sindrom Bigorexia

Menjaga tubuh agar tetap sehat tentu adalah kewajiban bagi semua pria, dimulai dengan pola makan yang sehat dan diikuti dengan olah raga teratur. Namun, ternyata jika kamu terlalu sering ke tempat gym justru bisa menyebabkan tubuh kita mengalami sindrom yang bernama Bigorexia (muscle dysmorphia).

Sindrom yang lebih sering terdapat pada laki-laki ini mempengaruhi psikologis bahwa tubuh belum cukup berotot. Akibatnya, kamu akan terus menerus menambah beban olah raga padahal tubuh kita belum siap menerima beban sebesar itu.

Penderita sindrom bigorexia memiliki kecenderungan terlalu peduli dengan penampilannya

Selain otot-otot kita akan mudah cedera, sindrom ini akan mengakibatkan seseorang terlalu menyibukkan diri menghabiskan waktu di tempat gym. Bila dibiarkan, kamu bisa-bisa melewatkan pekerjaan, bahkan mengabaikan rasa sakit dan lelah akibat berolahraga.

Bandingkan saja mereka dengan seorang atlet angkat besi. Dalam sehari, mereka dapat menghabiskan waktunya untuk memikirkan rencana pembentukkan badannya selama 40 menit hingga satu jam sehari. Sedangkan pengidap sindrom Bigorexia dapat menghabiskan waktunya selama 5 jam atau lebih merencanakan pembentukkan tubuhnya agar terlihat sempurna.

laki laki sindrom bygorexia goodmen

Para pria dengan bigorexia juga lebih sering bercermin untuk memastikan apakah bentuk otot-ototnya sudah sempurna atau belum. Dalam sehari, mereka bisa bercermin hingga belasan kali. Selain itu, diet ketat juga menjadi faktor penting bagi pengidap bigorexia. Mereka sangat jarang makan di luar demi mengontrol keseimbangan makanan dan tahu persis apa yang telah terjadi dalam proses persiapan makanan.

Tanda lain yang menunjukkan gejala bigorexia adalah kecenderungan untuk terus membanding-bandingkan bentuk tubuhnya dengan orang lain. Bahkan, ketika mengamati laki-laki dengan ukuran tubuh yang sama sekalipun, ia cenderung menilai dirinya lebih kecil dan selalu ada yang kurang dari fisiknya.

Sindrom bigorexia juga menyebabkan gangguan pikiran

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Roberto Olivardia, PhD, psikologis dari McLean Hospital, 29 persen laki-laki dengan bigorexia memiliki riwayat gangguan kecemasan. Sementara itu, 59 persen lainnya menunjukkan beberapa bentuk gangguan mood.

laki laki sindrom bygorexia goodmen

Sayangnya, perawatan untuk bigorexia kerap kali mengalami hambatan karena pengidapnya merasa tidak memiliki gangguan apapun. Wah, jika sudah begini akan sulit mengidentifikasi apakah kamu mengidap sindrom Bigorexia atau tidak.

Namun, jangan khawatir. Selama jadwal diet dan gym sudah direncanakan untuk tujuan kesehatanmu, seharusnya tidak ada masalah. Maka dari itu, sebaiknya orientasimu ke tempat gym bukanlah untuk membentuk badan menjadi berotot. Cukup fokus saja menjaga daya tahan tubuh agar lebih kuat dan tidak mudah sakit. Badan yang berotot pasti akan muncul pada saatnya kok, tidak perlu diforsir dalam waktu yang singkat.

Konsultasi dengan gym trainer soal beban latihan maksimum perlu ditanyakan setiap harinya. Cegah risiko terkena sindrom ini sebelum nanti mempengaruhi kehidupanmu di luar gym.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen