kunci hidup sukses goodmen

Hidup itu penuh pilihan, dan apa yang kita pilih menentukan seluruh pengalaman hidup yang akan kita rasakan. Kadang-kadang kita bisa berenang melawan arus, diwaktu lain memilih untuk mengikuti arus. Salah satu kunci hidup sukses adalah dengan menanamkan nilai personal responsibility. Mengakui hidup adalah sebuah ‘produk’ dari keputusan kita sendiri, itulah yang dimaksud menerima tanggung jawab sebagai individu atau personal responsibility. So, the thing is to learn how to accept things.

Dua Filosofi Berbeda tentang Bagaimana Hidup Terbentuk

Dalam “Handbook of the Sociology of Mental Health”, Profesor Catherine E. Ross dan John Mirowsky menggambarkan bagaimana sebagian orang menghubungkan peristiwa dalam hidup dengan tindakan mereka sendiri. Sementara sebagian lainnya percaya kalau kehidupan itu dibentuk oleh kekuatan dari luar diri mereka, seperti keberuntungan, nasib, takdir atau kekuasaan orang lain.

Bisa dibayangkan seperti visualisasi spektrum, ujung satunya yaitu creator mindset, ujung lawannya adalah victim mindset. Orang dengan creator mindset (pembuat pola pikir) merasa empowered, sedangkan victim mindset (korban pola pikir) menganggap dirinya powerless atau tidak berdaya. Para creator mindset percaya adanya andil dari diri sendiri dalam menciptakan pengalaman hidup, sementara yang victim mindset percaya bahwa terlepas dari apa yang dilakukannya, kekuatan eksternal akan menentukan masa depan mereka alias tidak percaya akan kekuatan dirinya. Dari dua ujung spektrum yang berlawanan itu, kita yang mana? Pertanyaan berikutnya yang juga penting, adalah kita ingin menjadi seperti apa?

Peluang Vs. Pilihan: Apa Filosofi Pribadi Kita?

Skip Downing, pengarang “On Course: Strategies for Creating Success in College and in Life,” mendefinisikan responsibility sebagai kemampuan untuk merespon dengan bijak di setiap persimpangan pikiran kita, sebuah pilihan yang menggerakkan kita lebih dekat dengan pengalaman yang kita inginkan. Kebalikannya adalah kita cenderung secara pasif menyerahkan pikiran kita kepada nasib, keberuntungan, atau kekuatan orang lain.

Kita bisa membuat our own destiny, mencari solusi, bertindak dan mencoba hal baru saat didorong oleh suatu keadaan. Atau memilih untuk menjadi korban dunia, menyalahkan, mengeluh, dan mencari alasan atas pilihan kita ketika didesak oleh lingkungan sekitar. Yang pertama membantu mencapai tujuan dan menerima responsibility, sementara yang kedua jarang membantu kita mencapai keduanya.

Saat sudah memilih lalu ada suatu kesalahan dan rasa bersalah muncul, daripada menyalahkan orang lain atau diri sendiri, cobalah untuk ‘menerima’, bukan menghakimi. Memang tiap orang punya sudut pandangnya sendiri, tapi kadang kita mungkin lupa. Kita memilih pilihan itu sendiri, dan pasti ada konsekuensinya.

Contoh Personal Responsibility dalam sebuah kunci hidup sukses yang proaktif bisa membantu kita menghindari berbagai masalah

Zaman now, kita bebas mencantumkan data diri secara online. Dalam “Law Practice Today,” Avery Blank membahas bagaimana perusahaan berbasis teknologi seperti Google dan Facebook memenuhi misi mereka masing-masing dengan membantu orang menjawab berbagai pertanyaan dan tetap terhubung dengan keluarga dan teman mereka. Namun, produk dari beberapa misi mulia itu bisa mengundang kesempatan penyalahgunaan bagi orang lain. Aksesibilitas dan keterbukaan informasi memang bisa memberikan kemajuan di era informasi ini, tapi kalau sudah terjadi pencurian identitas atau penipuan, tentunya berbahaya.

Ada beberapa cara untuk menerima responsibility dan melindungi diri dari skenario seperti itu. Misalnya, memilih untuk tidak memberikan akses informasi pribadi, melindungi akun dengan sering mengubah password dan menggunakan karakter yang rumit, dan memberi tahu pihak terkait kalau terjadi pelanggaran. Harapannya biar pihak yang bertanggung jawab bisa langsung bertindak.

kunci hidup sukses goodmen

Manfaat Psikologis dalam Memiliki Pilihan

Memiliki salah satu kunci hidup sukses, yaitu dengan banyaknya responsibility yang kita pilih sendiri, membantu meningkatkan harga diri. Ditambah lagi emosi positif dari empowerment juga muncul. Jangat takut untuk menghadapi masalah. Apalagi kalau masalah itu adalah masalah bersama. Selain kita bisa belajar memberikan alternatif solusi untuk memutuskan langkah terbaik yang perlu dilakukan, ada sensasi kebersamaan yang juga bisa dirasakan di tengah pemecahan masalah.

Ingat, pertumbuhan adalah suatu proses, bukan suatu peristiwa. Yuk pahami lebih lanjut apa itu personal responsibility, dan cobalah mulai untuk bersabar dan perlahan menerima hasil dari responsibility yang sudah dipilih.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen