interview dengan calon mertua goodmen

Bisa kencan dengan gadis yang badaii dan kita sukai pasti rasanya luar biasa. Setelah hubungan berlangsung lama, kita pun akan merasakan momen seperti mengenalkan dia ke teman-teman kita, merayakan anniversary dengan dramatic and romantic dinner, sampai harus interview dengan calon mertua.

Pernah gak tiba-tiba mikir si doi bakal nanya ke kita, “Sayang, kapan mau ketemu orang tuaku?”. Momen seperti ini pasti akan dirasakan oleh semua laki-laki terutama kalau menjalin hubungan yang serius. Menegangkan iya, tapi ini tanda kalau hubungan kita sehat dan berkembang. Semacam interview kerja, mungkin kita bakal nebak-nebak, apa yang bakal ditanyakan ortu pasangan, menantu ideal mereka kayak gimana, trus kita itu pantas gak sih untuk putri kesayangan mereka.

Let’s be clear. Terserah mau nunjukkin kita pantas atau enggak. Yang penting, kita harus nunjukin kalau kita adalah laki-laki dewasa yang bertanggung jawab, punya niat baik untuk mendekati putri mereka, menghargai hubungan dengan si doi selama ini, dan pastinya layak mendapatkan kepercayaan mereka. Suka gak suka, pendapat mereka juga penting untuk kita. Kalau semuanya berjalan lancar, mereka akan menjadi bagian dari hidup kita nantinya alias jadi mertua masa depan. Tapi, kalau gak bisa berhubungan baik dengan mereka, nanti akan berpengaruh ke kehidupan kita ke depan.

Berikut beberapa tips memulai hubungan yang penting ini

Persiapkan Diri Sebelum di- Interview Dengan Calon Mertua

Persiapan apa pun yang bisa kita lakukan sebelum bertemu dengan orang tua akan membantu. Saat si dia menceritakan tentang orang tuanya, jangan ragu buat tanya pertanyaan lain, misal apa yang disukai dari orang tuanya, cari tahu tentang pekerjaan dan minat mereka. Jadi, kalau kita sudah tahu cukup banyak hal sebelum bertemu dengan orang tuanya, kita bisa berantisipasi.

Membekali diri dengan berbagai informasi itu bisa memudahkan kita agar obrolan tetap mengalir nantinya, apalagi kalau si dia tidak bisa selalu ikut menemani kita dan orang tuanya.

Buat Kesan Pertama yang Baik

interview dengan calon mertua goodmen

Ketika waktunya sudah tiba, coba ingat ajaran dari Ibu kita sendiri tentang cara memberikan kesan pertama yang baik. Mungkin dulu, ceramah dari Ibu kita terasa agak mengganggu, tapi untuk saat ini, nasihat-nasihat itu bakal berguna banget.

  • Berpakaian rapi. Entah menemui mereka di rumah atau di rumah makan, berpakaian dengan gaya business casual akan lebih nyaman untuk dilihat. Pakai kemeja santai juga bisa.
  • Bawa buah tangan. Terutama kalau bertemu di rumah mereka, kita bisa dapat nilai plus dengan ikhlas membawa hadiah kecil. Bisa membawa cemilan khas daerah, jajanan basah, atau buah-buahan.
  • Percaya Diri. Saat bertemu orang tua si dia untuk pertama kalinya, tersenyumlah dan sambut mereka dengan kontak mata dan jabat tangan yang erat.
  • Be Your (Best Version) Self. Setelah memperkenalkan diri, kita pun lanjut mengobrol dengan mereka. Inilah bagian yang terpenting dan ujian sebenarnya baru akan dimulai. Tipsnya, jadilah diri sendiri. Bukan berarti bisa bicara kasar seenaknya, tapi ambillah sisi terbaik dari diri kita.  Putri mereka pasti menganggap kita adalah laki-laki yang pantas untuk diperkenalkan ke orang tuanya, jadi inilah waktu untuk membuktikannya.
  • Berusaha untuk selalu terlibat dalam obrolan. Satu kesalahan yang terkadang dilakukan laki-laki saat bertemu dengan orang tua sang kekasih adalah sering melibatkan pacar di sebagian besar obrolan yang berlangsung. Ingin bercerita, tapi cerita ke pacar dulu, baru pacar cerita ke orang tuanya. Padahal berada di tempat yang sama. Don’t do that. Kalau malu, paksa diri untuk tetap berbicara dengan orang tua si dia. Inti dari pertemuan awal dengan mereka adalah untuk saling mengenal. Jadi, kita juga tetap harus mengobrol langsung dengan mereka.
  • Matikan HP. Yang ini penting. Pas ada jeda, mungkin kita bisa cek notifikasi hp kita, tapi coba tahan itu. Melihat HP saat sedang berkumpul bisa dianggap tidak sopan, terutama bagi orang dari generasi yang lebih tua. Fokus dan tetap perhatikan obrolan yang mengalir.
  • Tunjukkan kepedulian kepada pacar. Sebaiknya tunjukkan kalau kita peduli dengan si dia, jadi jangan ragu untuk memperlihatkan kepedulian kita, tapi jangan berlebihan juga. Kita bisa menarik kursi untuknya saat mau duduk, atau bantu membawakan suguhan.
  • Be positive. Bicarakan minat, hobi, dan hal-hal lain yang membuat kita bahagia. Penting untuk menunjukkan kalau kita adalah orang yang positif. Mungkin kita pernah merasa kesal dengan atasan, but stop. Jangan dibahas. Tinggalkan topik-topik negatif
  • Ingat, kita sedang dinilai. Kalau beruntung, orang tuanya tipe yang mudah diajak bicara. Meskipun banyak candaan dengan mereka, bukan berarti kita dianggap gak bakal berbuat salah. Tetap percaya diri itu perlu, tapi over-confident is a big NO. Gimanapun nyamannya mereka, ingatlah bahwa kita sedang diperhatikan.
  • Tetap sopan, meskipun tak sependapat. Orang tua si dia juga manusia, berarti kemungkinan ada komentar yang bisa membuat kita tersinggung. Contohnya, ada keluarga yang suka membicarakan masalah politik. Jangan terlibat, apalagi saat kita tidak setuju dengan apa yang mereka katakan. Coba arahkan percakapan ke topik lain.
  • Be helpful. Kalau kita diajak makan di rumah, coba bantu untuk mengatur meja, atau membereskan piring-piring setelah makan. Mungkin mereka bakal menolak, tapi setidaknya upayamu akan dihargai.
  • Ucapkan terima kasih. Asyik atau tidak pertemuanmu dengan mereka, tetap sampaikan terima kasih. Katakan kepada si dia kalau kita senang sudah bertemu dengan orang tuanya. Yaaa, walaupun kita juga gak benar-benar merasa senang, tapi si dia nanti akan memberi tahu orang tuanya, dan kesan positif bakal tetap awet.

Lakukan yang Terbaik

interview dengan calon mertua goodmen

Beberapa laki-laki mungkin beruntung bisa menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama orang tua kekasih. Tapi, bagi yang lain, itu masih jadi PR. Gimanapun, lakukanlah yang terbaik. Pacar bisa dipilihi, tapi kita gak bisa memilih orang tua si pacar.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen