6 Kunci Penting Mendapatkan Pendanaan Investor
Siapa yang menyangka kalau pertumbuhan startup di Indonesia sangat pesat dan kencang? Terbukti dengan berdirinya 1.705 perusahaan rintisan (startup) yang menjadikan Negara kita dengan jumlah startup terbanyak ke-4 di dunia. Peringkat 1 hingga 3 diperoleh Amerika Serikat (28.794 startup), India (4.713 startup), dan Inggris (2.971 startup). Dari sekian banyaknya perusahaan rintisan bermunculan, tantangan untuk mendapatkan pendanaan dari investor menjadi satu checkpoint yang sangat fundamental.

Menilik performa Startup Vs. Pendanaan Investor di Indonesia tahun 2018

Berbicara mengenai pendanaan investor terhadap perusahaan rintisan umumnya terbagi menjadi beberapa tahapan. Tahap awal yang sering dikenal dengan istilah Seed-Funding, di tahun ini pada kuartal-II tercatat adanya penurunan tren pendanaan di tahap awal dibanding dengan tahun sebelumnya. Alasannya bisa jadi karena startup yang telah didanai di tahun 2017 telah berkembang ke tahap pendanaan berikutnya. Tahap kedua, yang dihitung mulai dari pendanaan Seri-B dan ke atas ini biasanya terjadi pada startup yang sedang dan telah berkembang. Pada seri pendanaan tersebut, tahun 2018 kuartal-II mengukir tren positif. Kenaikan tersebut dikarenakan mulai banyaknya perusahaan rintisan yang diisi bahan bakarnya oleh investor lokal maupun asing, hingga munculnya unicorn di Indonesia yaitu Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak yang telah mendapatkan dana paling tidak 1 juta USD.

Situasi seperti apa yang dianggap siap untuk mendapatkan pendanaan dari investor?

Mulai dari brainstorm ide dan merencanakan proyeksi bisnis dua atau lima tahun kedepan, sampai dengan mengeksekusinya merupakan hal yang pasti dilewati oleh para pebisnis rintisan. Namun ada fase dimana yang selalu membuat grogi atau nervous, yaitu ketika harus menarik perhatian investor ketika ingin meminta pendanaan. Mempresentasikan ide bisnis ke investor bisa jadi hal yang menegangkan, tapi sebelum tegang, pertimbangkan hal-hal di bawah ini dulu;

1. Apakah kamu (founder) yang memiliki force-of-nature?

Sebelum seorang investor menilai ide bisnis kamu, mereka akan menilai karakter para pendirinya. Penilaian itu adalah terkait dengan seberapa natural kamu memiliki dorongan dalam ide bisnis yang kamu rencanakan. Besar kemungkinan kalau dorongan (self-drive) kamu tidak tercermin dalam ide bisnismu, investor tidak akan tertarik meskipun idemu brilian. Selain hal tersebut, mereka juga menilai apakah ada dari salah satu founder/co-founder yang benar-benar menguasai A sampai Z pemahaman tentang segala lapisan bisnis dan pasar yang kamu sasar.

2. Apakah POC bisnis kamu sudah tervalidasi dan siap?

Ide itu gratis, dan banyak sekali ide yang terlihat keren dan avant garde. Tapi itu tidak cukup. Mendalami solusi yang ingin kamu tawarkan dan merancang model bisnis (business mode) adalah satu tahap berikutnya. Kebanyakan orang terlanjur senang melihat idenya yang keren dengan model bisnis yang mereka anggap keren. Justru yang sering terlupa adalah seberapa jauh bisnis mereka ini bisa terus digunakan oleh konsumennya?. Seberapa besar skala dan sampai kapan bisnis mereka dapat bertumbuh dalam jangka waktu yang panjang?Waktu yang paling tepat untuk maju ke investor adalah ketika kamu memiliki POC (Proof of Concept) yang jelas dan MVP (Minimum Viable Product). Singkatnya, bagi kamu pencetus bisnis rintisan yang membutuhkan pendanaan dari investor mesti memiliki prototipe dari bisnis kamu. Lebih bagus lagi ketika kamu sudah melakukannya dan mendapatkan traksi atau reaksi dari konsumen.
Built your platform first, then raise investment to boost and keep track of your growth plan!

3. Apakah kamu sanggup menggaransi 3x lipat ROI?

Jangan luput dari fakta bahwa investor menginginkan investasinya berlipat dalam dua sampai tiga tahun kedepan. Jadi jika ingin investor tertarik dengan ide bisnismu, kamu harus bisa menjelaskan potensi pertumbuhan yang eksponensial (peningkatan) dan bagaimana cara meraihnya.

4. Jangan melulu bicara sisi bisnisnya, jelaskan tentang teknologi yang dipakai

Kebanyakan investor, baik luar atau dalam negeri sangat tertarik dengan teknologi yang akan kamu gunakan. Di dalam deck (slide presentasi) kamu harus menjelaskan tentang bagaimana arsitektur teknologi yang akan kamu gunakan. Dengan kamu menjelaskan hal itu, akan memberi gambaran roadmap bisnis kamu dari satu titik ke titik lainnya (growth curve) dengan memanfaatkan teknologi dan pengembangannya seiring waktu. Peran teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Machine Learning (ML), Robot, dan Automasi, menjadi daya tarik bagi investor. Sebuah tanggung jawab bagi para pendiri startup untuk menjelaskan kepada investor tentang roadmap dan Go-To-Market Strategy (GTM) dengan memanfaatkan peran teknologi yang ada.

5. Mainkan peran sebagai seorang leader

Menjadi penggagas ide atau pemimpin perusahaan, keduanya wajib memiliki jiwa kepemimpinan (leadership). Saat kamu selesai menjelaskan presentasi kamu, layaknya seorang leader, minta dan dengarkanlah pendapat (feedback) dari investormu. Justru mereka tertarik untuk mengetahui pertanyaan dari kamu yang dapat menarik perhatian mereka. Ini pertanyaan yang bisa kamu tanyakan:
  • Menurut bapak/ibu, bagaimana dengan strategi GTM dan proposisi valuasi bisnis kami?
  • Dimana menurut bapak/ibu titik yang dapat melemahkan bisnis kami?
  • Bagaimana dengan tim kami, siapa dan apa yang kami butuhkan untuk menghasilkan 5x lipat pertumbuhan?

6. Ketahui valuasi sebelum dan sesudah mendapat pendanaan

pendanaan investor goodmenDiagram di atas menggambarkan bagaimana perusahaan rintisan harus memperhatikan valuasi bisnisnya. Investor cenderung tidak percaya ketika berbicara mengenai valuasi, yang dipercaya adalah apa yang disebut dengan “The Passing Game.” Dimana ketika valuasi bisnismu bisa naik saat harus exit atau berlanjut ke ronde pendanaan selanjutnya. Oleh karena itu, perlu diperhatikan pada setiap pendanaan di ronde sebelumnya, pastikan nilainya harus lebih rendah jauh dari ronde selanjutnya. Karena sesungguhnya investor tidak menyukai pertumbuhan valuasi yang cenderung datar (flat-rounds).
Poin-poin di atas bisa dijadikan bekal kamu ketika ingin maju ke investor untuk meminta pendanaan. Yang penting, kamu harus percaya diri dan yakin. Buat yang baru mau mencoba mengembangkan ide startup, ingat bahwa tidak ada jalan pintas dan tidak perlu orang super pintar untuk melakukannya. Mulai saja, dan sertakan nilai disiplin, konsistensi, integritas, dan fokus untuk memberikan solusi bagi masalah yang ingin kamu selesaikan.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen