Ingat masa SMA-mu? Waktu 3 tahun yang sering dipuja-puja sebagai masa keemasan tiap manusia ini adalah awal dari perkembangan circle pertemanan di hidupmu. Kamu bertemu banyak orang di sekolah atau di luar, kemudian menemukan satu atau dua sosok yang kamu anggap sahabat sejati. Ahh, pokoknya hidup di masa itu indah banget rasanya.

Begitu beranjak ke bangku kuliah, circle pertemanan pun tidak berkurang. Kamu bertemu orang-orang baru di kelas, UKM, atau bahkan di tempat magang. Dan walaupun terpisah oleh jarak dari para sahabat, masih ada waktu buatmu bertemu mereka ketika libur panjang. Di sini, dirimu yang masih muda mungkin berpikir menjadi orang dewasa tidak seburuk yang dibayangkan.

Tapi semua itu berubah ketika realita dan drama orang-orang dewasa di sekitar mulai memasuki hidupmu. Yup, para sahabat mulai terasa jauh, dan kamu mulai sibuk tanpa sadar (tersangkut) di satu circle pertemanan yang sama dan menjenuhkan, yaitu di tempat kerja.

Rekan-rekan kerja yang datang dan pergi dari kantor pun seakan hanya jadi angin lewat di hidupmu. Nothing impactful to your life whatsoever.


Kenapa circle pertemananmu malah jadi makin menyempit?

To all good men out there, ada satu fakta yang selalu muncul pada jati diri semua lelaki: Mereka cenderung lebih suka menyendiri, mirip serigala. Tidak pandang introvert atau extrovert, lelaki cenderung mengambil keputusan dan bertindak tanpa ingin terlalu diganggu orang, mulai dari hal kecil seperti main game sampai hal besar seperti berkarir.

Apalagi, begitu beranjak dewasa, kita makin sering dihajar oleh kehidupan. Masalah di tempat kerja, menabung, bayar tagihan air & listrik, sampai mencari pasangan, dan tanpa sadar kita melakukannya non-stop untuk menjaga hubungan. Disaat inilah, seorang lelaki cenderung ingin menyendiri.

Tapi pahitnya, inilah akar permasalahannya. Semakin dewasa, kita semakin sibuk dengan diri sendiri, yang akibatnya circle pertemanan jadi makin menyempit. Para sahabat di masa SMA dan kuliah mulai menjauh, lalu lingkungan sosial yang bisa kamu nikmati hanya lingkungan kantor.

Yes, it’s a sad life. Tapi, orang lain juga mengalami hal yang sama, kan? Berarti, kalau orang lain bisa hidup seperti itu, kamu juga akan baik-baik saja, kan? Well, guess what?

You’re dead wrong.


Kurangnya circle pertemanan bisa bikin kamu jatuh terpuruk

Sudah bukan rahasia lagi ya kalau depresi itu membahayakan hidup. Coba bayangkan, ketika stres karena pekerjaan mulai melanda, baru putus hubungan, dipecat dari kantor, atau harimu saat itu sedang kacau, ke mana kamu harus curhat?

Sendirian terus-terusan itu sakit. Tapi tahu apa yang lebih menyakitkan? Fakta bahwa makin kamu dewasa, makin kamu lupa bahwa kamu merasa kesepian. Perasaan ini baru kamu rasakan begitu hidup menamparmu dengan berbagai masalah hidup tadi.

And let’s face the bitter truth. Satu-satunya cirle pertemanan yang tersisa adalah lingkungan kantor, dan kamu tahu sendiri lah seberapa sadisnya medan perang di lingkungan sosial ini.

Tiap rekan kerja punya masalah hidupnya sendiri, dan mereka pasti akan bertindak egois demi mempertahankan posisinya di kantor.It’s every man for himself.


But you have to live your life. And you deserve to be happy.


Tapi ingat, kebahagiaan tidak datang dengan sendirinya. Kamulah yang harus mengejar kebahagiaan. Berusahalah sebaik mungkin supaya circle pertemanan ini tidak semakin menyempit, dan kamu tidak kesepian.

Bagaimana caranya?

Jaga hubungan dengan circle pertemanan yang lama

circle pertemanan goodmen

Tiap orang punya kesibukannya sendiri, begitu juga denganmu. Tapi, itu tidak bisa jadi alasan atas hilangnya komunikasimu dengan circle pertemanan yang lama. Jadi, sempatkan waktu untuk sekadar chatting dengan mereka.

Tunjukkan kalau kamu masih mengingat mereka dan peduli dengan hidup mereka. Siapa tahu, obrolan ringan di chat bisa menjadi meet-up reunian, main game bareng, atau aktivitas seru lainnya.

The funnest moments are those you’d never expect to come.

Hangout bareng komunitas favoritmu di saat weekend

circle pertemanan goodmen

Suka main PUBG? Atau riding? Kolektor Gundam/action figure? Aktif di dunia permusikan atau apapun? Well, manfaatkan hobimu itu di luar sana. Ada banyak komunitas yang isinya orang-orang dengan hobi yang sama denganmu.

Dengan menemui mereka, kamu bukan hanya bisa menambah circle pertemanan, tapi juga menambah wawasan terkait hobimu sendiri, atau bahkan mendapat network untuk berbisnis di lingkungan kerja.

Iya, buat para pekerja kerah putih, weekend itu adalah waktu istirahat yang berharga. Tapi, bukannya berkumpul dengan komunitas itu juga salah satu bentuk istirahat? Kamu bisa melepas penat dari tekanan di kantor, sambil bersosialisasi dengan kawan sekomunitas. It’s a win-win situation, no?


Mengutip Helen Keller,

Alone, we can do so little; together, we can do so much.

Jadi, hargai setiap momen yang kamu habiskan bersama orang-orang, baik mereka kenalan baru atau kawan lama. Jangan menjadi lelaki dewasa yang selalu menyesali momen kesendiriannya karena menganggap dirinya hampir tidak punya circle pertemanan lagi.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen