Melihat Kepribadian Melalui Gaya Mengemudi

Melihat kepribadaian melalui gaya mengemudi seseorang? tentu bisa. Apa yang di bilang orang kalau gaya mengemudi itu bisa dipengaruhi dari kepribadian itu tidak salah, contoh seperti kenapa beberapa orang suka tiba-tiba memotong jalan kita? kenapa beberapa pengemudi membunyikan klakson berulang kali ketika ada kendaraan yang melambat? mengapa beberapa orang yang sehari-hari kalem berubah menjadi sangat agresif begitu mereka duduk di belakang kemudi? semua contoh tersebut ternyata memang menggambarkan kepribadian si pengemudi.

Sama seperti kendaraan yang kita pilih bisa menggambarkan beberapa tentang kepribadian kita, cara kita mengendarai kendaraan juga dapat memberi tahu banyak tentang kepribadian kita. Ada dua faktor utama yang menentukan bagaimana seseorang akan berperilaku di belakang kemudi, suasana hatinya saat ini dan psikologisnya.

Kita pasti sudah tahu kalau mengemudi sambil emosi marah akan menghasilkan gaya mengemudi yang lebih agresif. Karena kita sebagai manusia biasanya mencoba untuk menyalurkan emosi kita dengan cara apa pun yang tersedia, kita akan merasa lega ketika kita melampiaskan kemarahan kita terhadap pengemudi lain di jalan. Nah, salah satu solusinya coba dengan mendengarkan musik saat berkendara yang terbukti menurunkan amarah.

Suasana hati kita dapat menjelaskan sebagian besar mengapa kita kadang-kadang mengubah gaya mengemudi kita tetapi kepribadian kita menentukan gaya yang akan kita gunakan untuk sebagian besar waktu.

Faktor psikologis yang memengaruhi gaya mengemudi kita, berikut beberapa faktornya :

Pemimpin Sejati

Beberapa dari kita mungkin merupakan tipe orang yang terobsesi untuk memegang kendali, nah bila kita mengemudi dengan sifat seperti ini maka kadang kita suka merespon secara agresif kepada pengemudi lain bila terjadi friksi atau singungan lainnya, tujuannya hanya ingin supaya membuat pengemudi lain tersebut melakukan yang kita ingin lakukan, contoh pada saat kita mengemudikan mobil di tol pada malam hari, kadang ada mobil yang lebih lambat berada di posisi paling kanan, maka otomatis kita berada dibelakangnya persis kita akan memainkan lampu dim kita sampai pengemudi tersebut melipir atau menambah kecepatannya, dan jika pengemudi tersebut ikut menambah kecepatannya maka pengemudi tersebut termasuk yang memiliki hasrat ingin memegang kendali atau bisa dibilang tidak mau kalah atau keras kepala

Egois dan Arogan

Bila kita berkemudi dengan ego yang tinggi, maka kita akan jarang mengizinkan seseorang untuk melewati kita. Padahal mungkin sebelumnya kita mengemudikan kendaraan kita dengan tenang, tapi bila ada pengemudi lain yang melewati kita dengan cara yang lumayan annoying buat kita, maka secara otomatis kita akan bereaksi dengan hal ini, sebagai contoh kita jadi ikut mengejar kendaraan tersebut dan terjadilah aksi kebut-kebutan. Kenapa hal ini terjadi? sebenarnya karena kita berpikiran bahwa kita lebih hebat dari pada yang lain, kita tidak mau posisi kedua atau mengalah tanpa perlawanan, ya bisa dibilang juga cukup arogan.

Menganggap Remeh

Mungkin ada beberapa dari kita suka memiliki sifat semacam sok pengalaman bila bertemu kendaraan baru yang cukup pasaran dan dengan harga yang sangat terjangkau, karena kita suka beranggapan bahwa pengemudi tersebut pasti pengemudi baru dan mereka baru saja membeli mobil tersebut. Pada akhirnya kita berlaku agak semena-mena dan memperlakukan pengemudi tersebut seperti junior kita, padahal belum tentu juga pengemudi tersebut belum berpengalaman. Nah sifat ini menggambarkan bahwa kita yang suka mencari lawan yang tidak sepadan dan dibawah kita atau bisa juga dibilang sifat suka merendahkan orang, dan mungkin akan banyak orang yang tidak mau mengaku akan hal ini tapi coba lihat pada saat kita mengemudi, karena biasanya sifat ini terjadi di alam bawah sadar kita.

Agresif dan Powerful

Bila kita adalah orang yang agresif, maka bisa dibilang kita adalah orang-orang yang berpikiran bahwa kekerasan adalah cara terbaik untuk menangani konflik. kita biasanya lebih suka kendaraan yang lebih besar dan kuat atau kalau bisa truk sekalian. Dengan memilih kendaraan yang besar dan kuat dari kebanyakan kendaraan lainnya, maka kita akan merasa berhasil mengintimidasi pengemudi lain di jalan. Kita ingin pengemudi lain berpikiran bahwa kita berbahaya dan jangan pernah macem-macem dengan kita atau bisa dibilang jangan ganggu kita atau masalah akan datang.

Penuh Perhitungan

Kita mungkin salah satu pengemudi yang sangat berhati-hati, kita mengemudi dengan kecepatan sesuai aturan, selalu memasang sabuk pengaman dan tidak pernah terpancing untuk kebut-kebutan atau bila ada yang memancing kita. Ada dua tipe kenapa kita mengemudi seperti ini, yang pertama ya memang sudah bawaannya sabar dan tidak neko-neko, atau yang kedua dulunya memiliki sifat yang dijabarkan sebelumnya dan sekarang sudah berubah karena faktor umur atau taraf hidup. Pada dasarnya bila kita mengemudi dengan sabar dan penuh hati-hati maka kita memikirkan keselamatan banyak orang, dalam hal ini penumpang kita dan pengemudi lain dijalan, dan sifat ini biasanya akan tercermin juga dalam kehidupan sehari-harinya. So, kalau kita sudah mengemudi dengan sifat ini, pertahankan ya.

Jadi sebagai kesimpulan hal pertama yang harus kita ingat adalah bahwa suasana hati kita dapat sangat memengaruhi cara kita berkendara. Hati yang bahagia lebih cenderung menghasilkan mengemudi dengan kecepatan yang lebih tinggi tapi terukur sementara depresi dapat menghasilkan sebaliknya.

Nah sekarang coba deh lihat bagaimana gaya mengemudi kita, seperti apakah sifat asli kita dibalik kemudi memang seperti itu? Selamat mencoba.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen