cara mengambil sikap goodmen

Kita hidup untuk menemukan ketenangan, kebahagiaan, dan kesuksesan yang datang dari berbagai pilihan. Tentunya, kamu bisa melakukan hal terbaik yang mampu memberikan kebahagiaan sepanjang waktu. Namun, hidup selalu bergerak dinamis. Kita tidak tahu apa yang akan dilakukan dan dirasakan setelahnya, bisa saja sedih, stress, dan bingung.

Beberapa keputusan maupun kondisi sulit bukan berarti akhir dari tujuan sehingga menghambat proses ke depannya. Mungkin belum banyak orang yang sadar bahwa ada tindakan atau perilaku dari diri sendiri maupun orang lain yang bisa menghambat kebahagiaan dan kesuksesan. Kita sudah menuliskan pilihan korosif yang wajib kamu hindari, karena hal ini bisa membuatmu mengubah pikiran dan tujuan ke arah yang lebih buruk.Menyerahkan Diri Terhadap Ketakutan yang Muncul dari Kepraktisan

Menyerahkan Diri Terhadap Ketakutan yang Muncul dari Kepraktisan

Tidak banyak orang yang sadar bahwa segala sesuatu memiliki paradoks masing-masing. Ada kalanya kamu mencintai sesuatu tetap takut kehilangan atau rusak. Sebagai contoh, ketika kamu berkunjung ke toko bunga dan menemukan bunga idaman, namun di dalam batin berkata, “Aku ingin, tetapi…”. Itulah paradoks yang memicu ketakutan dari diri sendiri.

Selalu muncul alasan untuk tidak mengambil sebuah risiko, sehingga tidak membuat lompatan dan memulai menemukan “sesuatu yang berbeda”. Kalau sudah begitu, kamu tentunya akan terjebak di zona nyaman atau istilahnya cari aman tanpa memedulikan keinginan dan tujuan sebelumnya.

Lain hal dengan menggunakan ungkapan “Aku akan, maka…”. Jelas kalimat terakhir ini, yang tampak tidak ada ketakutan dan siap menerima risiko ke depannya sebagai pembelajaran. Misalkan harga bunga yang kamu inginkan tidak sesuaikan dengan isi kantong, maka ke depannya kamu akan berusaha menyisihkan uang agar bisa membelinya.

Pada dasarnya, kebahagiaan dan kesuksesan hadir dari memilih untuk tidak merasionalisasikan sesuatu yang membantu kamu untuk mewujudkan diri lebih baik. Mulai dari hal kecil, seperti “Aku ingin, tapi…” sebaiknya diganti dengan “Aku akan, maka…”. Melalui hal-hal kecil ini membuat kamu bisa bersikap lebih baik dan bijaksana dalam menghadapi berbagai keputusan dan tantangan.

Membuat Narasi “Cukup Baik”

Kamu bekerja sudah lama di perusahaan dan mulai membenci masa-masa terakhir. Namun, kamu harus mengingat-ingat kalau pekerjaan yang dilakukan adalah upaya untuk mendapat uang untuk keperluan diri sendiri, keluarga, maupun menabung. Atau kamu memilih bertahan di pekerjaan di sektor nirlaba karena tuntutan hati atau karena rasa tanggung jawab meski sudah kehabisan tenaga. Hal itu bukanlah sesuatu tindakan yang bagus karena kamu harus mempertimbangkan bahwa ada pembayaran indekos, kebutuhan maka, dan lain sebagainya sehingga harus mendapat pemasukan juga.

Kita hadir dengan berbagai cerita masing-masing. Narasi tersebut memuat segala isi tentang apa yang ingin dilakukan, diinginkan, dikatakan, dan bagaimana menjalani hidup. Hidup merupakan narasi panjang dan tidak bersifat paten karena bisa disesuaikan ceritanya sesuai dengan keinginan kamu. Menyikapi narasi hidup, maka tentunya kamu harus bersikap realistis terhadap kondisi diri sendiri dan keluarga.

Memenangkan Keinginan

Bahagia dan sukses diisi dengan berbagai macam pembelajaran hidup menjelma sebagai pembentuk kepribadian. Terdapat banyak alasan untuk tidak memprioritaskan keingintahuan, entah karena kesibukan, keengganan, maupun rasa bosan.Ada kalanya kamu berbicara dengan diri sendiri dan menanyakan apa yang selama ini diinginkan. Cobalah ambil kertas dan pulpen, catat keinginan yang sudah terlaksana dan belum terlaksana. Jika masih banyak keinginan yang belum tercapai, sebaiknya tentukan target per minggu, bulan, maupun hari untuk dirimu sendiri! Langkah-langkah ini bisa memberikan kesuksesan dan kebahagiaan karena sesuai dengan keinginan.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen