mengecek kesehatan mental versi goodmen

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi mental seseorang maupun diri sendiri. Mungkin tidak banyak orang yang menyadari bahwa kondisi mental memengaruhi berbagai macam hal, termasuk kondisi tubuh.

Jejak pendapat yang dilakukan pada tahun 2018 oleh Well + Good LLC, sebuah perusahaan yang fokus pada gaya hidup sehat, menemukan kalau sebanyak 2;700 orang di survei, 97% tengah berjuang melawan stres dan 92% berjuang melawan kecemasan.

Sisanya, 20% tidak pernah berbagi perasaan karena mereka memercayai kalau masalah mental bukan sesuatu yang patut dipikir atau menjadi masalah besar. Beranjak waktu banyak kegiatan yang bisa digunakan untuk mengalihkan perhatian diri atas kebutuhan dasar seorang manusia untuk mengambil bagian emosional. Kenyataannya, kesehatan mental diperlukan sekaligus menjaga pikiran.

Meskipun demikian, tidak terlalu mudah memisahkan diri dari padatnya waktu atau ketika kamu memiliki anak-anak yang membutuhkan perhatian. Padahal, kondisi mental sedang bermasalah dan memerlukan waktu untuk sendiri atau berkunjung ke psikiater. Namun, ada cara sederhana yang bisa digunakan untuk mengatasi kondisi mental dan dapat dilakukan setiap saat.

Bagaimana Saya Merasakan Hari Ini?

Tahukah bahwa berhadapan dengan penyakit mental, seperti trauma, kecemasan, dan depresi tidak hanya memengaruhi diri kita secara mental saja, melainkan ke tubuh. Dampak kondisi mental bermanifestasi dengan rasa sakit, seperti mual, pusing, sakit kepala, dan masih banyak lagi.

Kapan saja kamu bisa merasakan stres tanpa menyadarinya, jadi langkah terbaik untuk menyadari kondisi mental adalah menanyakan “Bagaimana saya merasakan hari Ini? Bahagia atau tidak? Kenapa?.” Ketika kamu sudah tahu dengan sumber masalah stress itu, maka kamu bisa mencari solusinya. Setiap sumber masalah, pasti ada jalan keluar.

Apa yang Menjadi Pikiran Utama Saya?

Bertambahnya usia bertambahnya kebutuhan sehingga membuat siapapun rawan stres dan tidak siap dengan tekanan. Selama itu harus menentukan prioritas terdekat, seperti pekerjaan, keluarga, atau keperluan sehari-hari. Jangan terlalu mengejar sesuatu yang masih abstrak. Lebih baik tentukan sesuatu yang lebih mudah dijangkau. Bukan bermaksud pesimis namun kondisi mental yang memburuk akan rawan terhadap stres, cemas, dan depresi ketika memprioritaskan sesuatu yang sulit diraih.

Kapan Terakhir Saya Makan Makanan Ternikmat?

Pertanyaan ketiga ini cukup sederhana karena makan adalah kebutuhan sehari-hari. Namun, ada kalanya kamu  mengonsumsi makanan yang digemari, setidaknya satu atau dua minggu sekali agar tidak mudah bosan.

Hal paling dekat dengan manusia adalah kebutuhan makan, ketika sedang stres seringkali berdampak pada nafsu makan. Jika berhadapan dengan makanan yang itu-itu saja bisa menyebabkan enggan makan.

Apakah Saya Sudah Lelah?

Kurang tidur atau istirahat sama sekali tidak memberikan dampak positif bagi tubuh, termasuk pikiran. Ya, tubuh sangat bergantung terhadap pikiran. Untuk menjaga kondisi pikiran agar lebih baik, perhatikan jadwal istirahat dan jangan sering begadang. Jam-jam rawan seseorang menyalahkan diri sendiri atau merasa depresi ketika malam atau dini hari.

Apa yang akan Saya Lakukan Hari Ini agar Membawa Rasa Senang?

Perlu diakui, kehidupan manusia saat bekerja bisa dikatakan sangat repetitif. Bayangkan, kita dalam seminggu harus bekerja 5-6 hari, dan disana kita melakukan pekerjaan yang berulang-ulang. Tentunya, hal ini dilakukan setiap hari, bulan, bahkan tahun. Pekerjaan repetitif ini tentunya akan membuat diri menjadi stress.

Nah, solusi dari masalah ini, adalah dengan bertanya pada diri sendiri, apasih yang bisa bikin mood happy saat lagi stress. Tentunya, kalau sedang di kantor, kamu tidak mungkin bawa PS4 hanya karena itu yang bisa bikin kamu senang. Cukup dengan hal-hal kecil sepele, seperti ngemil, atau mungkin kopi. Cobalah lakukan rutinitas sederhana yang menyenangkan untuk dirimu.

Dari 5 pertanyaan tersebut, jawaban dari setiap orang pastinya akan berbeda. Meski demikian, dari pertanyaan tersebut, kita mendapatkan solusi untuk mengurangi sumber stress. Semoga 5 pertanyaan terhadap diri sendiri ini bisa menjadi pedoman kita untuk mengatasi gejala depresi dan stres.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen