Siapa sangka tipstips terkait jalan menuju sukses bisa kamu dapatkan dari orang-orang unik seperti Bear Grylls? Buat kamu yang belum pernah mendengar namanya, ia adalah orang Inggris dengan profesi presenter TV, penulis, petualang, instruktor survival, dan mantan prajurit SAS. What a career.

Ketenarannya mulai naik sejak kemunculannya di acara Man Vs. Wild sejak tahun 2006 sampai 2011. Tapi selama acara ini berlangsung, ada satu momen yang membuat pamornya (dan kegilaannya) naik menjulang tinggi. Momen apa itu? Ini dia jawabannya.

Jadi, kenapa Bear Grylls tiba-tiba mulai memberi talkshow seputar jalan menuju sukses? Selidik demi selidik, ternyata di luar kesibukannya di TV, ia juga sudah lama bekerja sebagai motivator. You know, mirip Mario Teguh. Dan ia ternyata seorang motivator profesional.

Grylls sudah bertemu berbagai macam orang dari ras, suku, budaya, dan kepercayaan yang berbeda. Jadi, wajarlah kalau ia bisa sangat luwes sebagai motivator. Nah, salah satu topik motivasi yang sering ia bahas adalah tentang kesuksesan.

Jadi, apa saja jalan menuju sukses menurut Bear?


Pertama, ketahui dulu apa itu ‘sukses’ sebenarnya


Sukses sebenarnya bukan didasari harta, tahta, ketenaran, atau pasangan. Grylls percaya kalau kualitas pembandingnya pun penting.

Milioner yang sering muncul di TV dan menebar ceramah motivasi mungkin punya kisah sedih di belakangnya. Hubungan asmaranya mungkin toxic, atau kawan-kawannya tidak suportif. Masih pantaskah menyebut milioner tadi sebagai orang sukses?

Jangan lupa, faktor keberuntungan juga mempengaruhi jalan menuju sukses

Lalu, Grylls juga percaya kalau jalan menuju sukses itu 90% sudah ditetapkan dari lahir. Keberuntungan manusia lahir di keluarga dengan kondisi hidup tertentu bisa memudahkan anaknya untuk sukses di masa depan, atau malah menyulitkannya.

Ambil contoh Bill Gates atau Barack Obama. Keduanya adalah tokoh signifikan dan punya perjalanan hidup bergelombang. Tapi jangan lupa, mereka didukung oleh keluarga yang suportif, terutama keluarga Gates yang tajir dan terus mendukung finansial bisnis Windows-nya begitu ia drop out dari kuliah.

Tapi, apa itu artinya kamu tidak bisa menjadi sukses dengan kondisi keluarga yang biasa-biasa saja, atau malah serba kekurangan?

Tidak juga.

Hidup memang tidak adil, tapi tiap orang punya kesempatan untuk menjadi sukses di hidupnya. Memang, beberapa orang memang butuh effort yang lebih besar untuk meraihnya dibanding orang lain. Tapi, ada satu hal yang tidak berubah mengenai makna ‘sukses’ itu sendiri:

Success isn’t about how many, but how much.


Lalu, hindari budaya pamer. Tapi ingat, manjakan dirimu juga


Pamer bukan budaya yang baik, menurut Grylls (penulis pun setuju). Yang ada, pamer justru membuktikan bahwa cuma sebatas itulah tingkat ‘kesuksesan’ yang bisa dicapai seseorang.

Tapi, apa itu artinya kamu tidak boleh menunjukkan pencapaian hidupmu? Not really. Kamu punya hak untuk menikmati tiap tetesan keringat yang kamu kucurkan untuk mencapai titik keberhasilan tertentu asal jangan literally dinikmati tetesan keringatnya.

Yang penting adalah mengetahui batasan antara pamer dengan menghargai jerih payah sendiri. Nikmati hasil dari jalan menuju sukses ini, tapi jangan terlalu disombongkan.


Punya hati yang baik juga sama pentingnya


Hampir semua motivator, termasuk Bear Grylls, setuju kalau orang-orang yang mencari jalan menuju sukses harus punya hati yang baik. Apa maksudnya?

Manusia pada dasarnya memiliki perasaan puas hati yang muncul ketika ia bisa memberikan sesuatu pada orang lain. Sifat dermawan ini tidak harus diartikan dengan kamu menyumbangkan uang atau harta pada orang lain.

Ada beberapa hal yang bisa kamu bagikan kepada dunia ini. Mendengar keluh kesah kawan ketika ia depresi, membersihkan bekas makan di McD, atau malah sekadar tersenyum ketika berpapasan dengan waiter/waitress—hal-hal yang menurutmu kecil ini ternyata bisa membuat orang lain bahagia.

Tapi, apa imbalan yang kamu terima akan sama?

Well, hukum give-and-take tidak selaluberlaku di kehidupan nyata. Karenanya, mereka yang menemukan jalan menuju sukses cenderung tidak terlalu peduli orang yang mereka tolong bisa membalasnya atau tidak.

Begini, deh. Kalau hidup orang-orang yang mereka tolong bisa menjadi lebih baik, good for them. Kalau tidak, minimal kamu sudah berusaha membantu.

Berbaik hati memang kadang tidak ada untungnya, dan orang-orang logis memandangnya sebagai hal yang tidak masuk akal.

Tapi pada akhirnya, cuma hati nuranimu yang tahu baik dan buruk. Dan menurut Grylls, hal kecil inilah yang bisa mengubah dunia.

You don’t need a reason to do good deeds.


Terakhir, nikmati jalan menuju sukses itu sendiri


Tiap orang cuma punya satu kesempatan buat hidup. Seedih kan rasanya kalau kita terlalu mengejar ‘kesuksesan’ tapi ujungnya malah tidak menikmati hidup?

Lagipula, lihat ke belakangmu. Perjalanan yang kamu lalui selama ini sebenarnya juga merupakan bentuk kesuksesan itu sendiri.

Kamu melihat orang-orang di sekitar menjadi lebih bahagia, karirmu menjadi lebih jelas & terarah, dan sifatmu menjadi lebih baik. Itu semua adalah hasil sebenarnya dalam usahamu meraih kesuksesan.

Harta, tahta, ketenaran, atau pasangan itu cuma ‘bonus’ dari kesuksesanmu. Jadi, nikmati setiap langkah yang kamu ambil dalam hidup ini.


Bear Grylls oh Bear Grylls. Di balik semua kegilaanmu di alam liar, ternyata sosokmu adalah inspirasi bagi banyak orang. Semoga tips jalan menuju sukses darinya ini berguna bagimu juga, all the good men out there!

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen