Kita semua tahu, kesan pertama itu penting. Saat mencari karyawan, kesan pertama biasanya terlihat dari resume bagus yang diberikan calon karyawan. Kalau menarik bagi si penyedia lowongan, maka calon karyawannya pun akan dipanggil. Saat menghadiri panggilan pun, sesuaikan penampilan agar serapi resume yang sudah dibuat.

Masalahnya adalah merancang resume itu ribet! Butuh banyak waktu untuk mendapatkan format yang pas. Padahal kalau dipikir-pikir, waktu yang digunakan untuk membuat resume bisa digunakan untuk browsing lebih banyak lowongan kerja.

Nah, kalau bingung bagaimana membuat resume yang menarik, sebenarnya banyak tersedia template resume di internet. Tapi, template resume yang tersedia juga bisa berbeda-beda, tergantung informasi yang mau disajikan. Industri dan posisi yang berbeda tertarik dengan info yang berbeda pula. Pastikan juga posisi dan industri yang kita pilih sesuai dengan bidang kita. Misalnya, untuk lulusan teknik informatika mungkin akan lebih dicari informasi tentang bahasa pemrogaman yang dikuasai. Sedangkan, perusahaan yang membuka posisi ‘Management Trainee’ akan tertarik dengan informasi tentang pengalaman berorganisasi atau training soft skill yang pernah diikuti. Nah, pilihlah template resume yang sesuai dengan informasi yang ingin kita berikan.

Cara Menulis Resume Bagus!

Aturan simple untuk menciptakan resume yang baik adalah buatlah cukup 1 halaman saja. Cantumkan pengalaman atau keterampilan yang sesuai dengan posisi yang kita lamar, tapi usahakan gak lebih dari 1 halaman. Kalau masih fresh graduate, biasanya pengalaman kerja masih sedikit. Mungkin bakal ada space yang agak kosong. Kalau ingin terlihat penuh, pakailah template yang bisa memanfaatkan ruang-ruang kosong dalam halaman resume-nya.

Grant Harris, seorang Style Consultant yang dulu pernah bekerja sebagai rekruter, mengatakan bahwa ada hal yang harus dan tidak untuk dilakukan saat membuat resume. Berikut 5 do’s and don’ts saat menulis resume yang patut diikuti

DOs
  1. Gunakan font dengan ukuran 10-12pts, tergantung panjang tulisan
  2. Pakai font standar yang sederhana. Jangan gunakan font yang terlalu curly atau tebal.
  3. Atur ukuran margin, sesuaikan. 1 inci juga sudah cukup
  4. Tulis juga summary yang menunjukkan keterampilan dan tujuan kita bekerja
  5. Gunakan kertas putih polos untuk mencetak resume

DON’Ts
  1. Terlalu banyak warna atau sering menggunakan huruf miring.
  2. Menyusun hingga lebih dari 3 halaman atau isi resume dalam 1 halaman terlihat sedikit.
  3. Mengirim resume yang sama untuk tiap lowongan. Sesuaikan dengan syarat khusus yang dibutuhkan.
  4. Mengirim resume tanpa cover letter. Cover letter ini berisikan perkenalan singkat. Penyedia lowongan akan merasa lebih tertarik untuk melihat resume yang dilengkapi dengan cover letter.
  5. Berbohong, atau menambah-nambahkan pengalaman atau kemampuan yang sebenarnya tidak dimiliki. Nanti akan ketahuan saat interview. Bahkan bakal lebih parah kalau ketahuannya saat sudah diterima kerja. Bisa malu

Beberapa mungkin ada yang gak setuju, tapi sebaiknya hindari menulis pengalaman saat SMA atau sebelumnya. Kecuali kalau kita memang lulusan SMA yang langsung mencari kerja tanpa kuliah. Tapi kalau yang dicari syaratnya minimal kuliah (S1 atau D3), penyedia lowongan biasanya gak akan memberi perhatian lebih ke pengalaman-pengalaman saat SMA atau sebelumnya. Cukup tulis pengalaman atau kemampuan yang berkaitan dengan posisi yang mau kita lamar.

Itulah 5 dos and don’ts dalam menyusun resume yang baik dan benar. Bagaimana? Sudah sesuai? Kalaupun belum, mungkin itu menjawab pertanyaan kenapa resume kita sering tidak dibaca oleh para penyedia lowongan. Yuk berusaha lebih keras lagi dan ikuti kiat-kiat menulis resume bagus yang baik dan benar diatas.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen