business casual goodmen

Budaya perusahaan jaman now mulai banyak yang berubah, begitu juga tata cara berpakaian karyawannya. Meskipun mode kemeja dan celana setelan mulai muncul lagi, kebanyakan karyawan sekarang lebih memilih gaya business casual. Tapi, definisi business casual itu sendiri sebenarnya tidak jelas. Image perusahaan juga jadi ikutan kabur.

Di industri teknologi, gaya fashion business casual bisa macam-macam, dari sepasang chino pants, oxford shirt, dan lace up leather shoes hingga khaki cargo shorts, ring tee, dan sneakers. Gaya business casual ini banyak banget. Karena terlalu banyak, beberapa perusahaan mulai membuat pedoman berpakaian untuk menunjukkan citra perusahaan yang konsisten. Gaya berpakaian karyawan juga jadi lebih konsisten. Waktu perusahaan menentukan seperti apa sih gaya business casual sebenarnya, ada dua istilah yang sering tertukar. Smart casual dan business casual, itulah dua istilah yang jadi bahan pembahasan mereka.

  • “Bedanya apa sih?”
  • “Salah satu dari gaya itu bisa dipakai di perusahaan ini gak ya?”
  • “Apa yang diperlukan agar bisa berpenampilan seperti itu?”

Monster.com, situs job finder online terkemuka, mendefinisikan business casual sebagai “berpakaian profesional, tampak santai namun rapi dan menarik secara bersamaan.” Kata-kata kunci di sini yaitu profesional, rapi, dan menarik. Sudah pasti kalau celana pendek, t-shirt, dan runners gak ada hubungannya sama salah satu kata sifat itu

Biar lebih jelas, berikut beberapa kombinasi business casual yang lebih diterima berbagai perusahaan:

  • Dress shirt, dress cotton/wool trousers, dress atau casual belt, loafers atau laceup leather wingtips
  • Polo shirt, sepasang flat front chinos, dress/casual belt, slip on leather shoe
  • V-neck sweater, white round neck under shirt, straight leg jeans, laceup leather dress boots

What about smart casual? Apa bisa dipakai ke kantor juga?

Yang membedakan business casual dan smart casual ternyata ada di sepatu dan blazer atau jaketnya. Smart casual didefinisikan sebagai “terlihat profesional namun informal.” Tampilan santai business casual bisa diperkuat ke smart casual dengan pakai blazer yang pas. Sentuhan yang lebih modern bisa ditambahkan dengan menggulung lengan baju dan mengenakan vest untuk menciptakan tampilan yang lebih chic, profesional, kreatif dan juga nyaman.

Smart casual di tempat kerja diterima secara luas saat ini karena banyak karyawan dari generasi muda. Denim jadi sering terlihat dibandingkan 5 tahun yang lalu. Tentu gaya smart casual bisa dipakai saat kerja bahkan setelahnya. Kuncinya adalah menciptakan tampilan yang menyeimbangkan profesionalisme dan social skill. Beberapa penampilan smart casual yang juga biasa muncul di lingkungan profesional adalah:

  • Fitted suit blazer, slim-cut dress shirt, denim jeans (no rips), dress belt, suede lace up shoes.
  • Military inspired jacket, silk-cashmere turtle neck, light colored denim jeans, casual belt, leather wingtips.
  • Tweed jacket, colored polo shirt, gray chinos, rope leather belt, loafers.

Biar lebih gampang berganti gaya antara smart dan business casual, ada 5 fashion yang wajib untuk dimiliki. Check this out

  • Sebuah fitted blazer berwarna navy atau hitam: Warna-warna ini cenderung cocok dengan setelan apapun. Blazer dengan pinstripe atau herringbone juga bisa ditambahkan ke koleksi pakaian kita
  • Slim-fitting dress shirt: Kemeja formal jadi gampang dibuat casual dengan lengan yang digulung.
  • Sepasang straight/boot leg denim jeans tanpa detail yang berlebihan: Kita sedang berada di lingkungan kerja. Terlalu banyak jahitan di saku, rivet dimana-mana, dan robekan-robekan bikin gaya fashion terlihat gak keren.
  • Sepasang flat front chinosChinos adalah alternatif yang bagus selain jeans karena mudah digunakan dan disesuaikan.
  • Leather lace ups:  Sepatu boot atau sepatu formal juga cocok, baik untuk pertemuan resmi ataupun hanya untuk sekedar kumpul bersama teman.

Ingat, you are your own brand. Jadi apa yang kita kenakan untuk bekerja atau mendatangi acara di luar secara gak langsung menggambarkan image kita kepada orang lain. Paham perbedaan antara smart dan business casual juga bisa menjadi faktor keberhasilan untuk mendapatkan pekerjaan.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen