Pasangan Sekantor, Terus Kenapa?

Desember 2017 lalu, Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk mengabulkan permohonan uji materi Pasal 153 Ayat 1 Huruf F Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Mulai saat itu, sebuah perusahaan tidak bisa menetapkan aturan yang melarang karyawannya menikah sebagai pasangan sekantor. Yup, dengan kata lain, sepasang suami istri sekarang sudah boleh bekerja bersama dalam satu kantor. Tak perlu lagi setelah terkena wabah cinta lokasi (cinlok), salah satunya harus mengundurkan diri ataupun dimutasi hanya karena menikahi teman sekantor. Terdengar asik bisa bekerja bareng istri di kantor yang sama. Tapi, ternyata ini juga menjadi tantangan besar bagi pasangan untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan rumah dan kantor.

Menjaga urusan pribadi dan profesional untuk tetap ada di jalur yang benar dan semestinya bisa jadi PR penting bagi pasangan suami-istri sekantor. So be ready, disini kita akan membahas poin plus serta minus dari bekerja bersama pasangan sah di kantor yang sama:

Manfaat Pasangan Suami dan Istri Kerja Sekantor,

Siapa yang tidak ingin quality time bersama pasangan untuk membangun rumah tangga yang tetap harmonis dan romantis. Apalagi, di banyak tempat, pasangan yang sama-sama bekerja nyaris tidak memiliki waktu untuk satu sama lain. Masalah ini mungkin akan terselesaikan salah satunya kalau suami dan istri bekerja di dalam satu perusahaan. Tak hanya itu, berikut manfaat lain kerja sekantor dengan pasangan :

1. Kesempatan untuk Menghabiskan Waktu Bersama

Kalau sudah menikah, katanya selalu ada janji untuk seiya semati. Buat beberapa pasangan suami-istri yang keduanya bekerja, berbagi tempat kerja yang sama memberikan kesempatan untuk memperkuat hubungan di antara mereka. Mereka bersama sepanjang hari, baik di rumah maupun di kantor. Kerja sama di antara mereka pun meningkat dan risiko orang ketiga jadi lebih kecil.

2. Pulang-pergi Kerja Jadi Lebih Gampang

Perjalanan bersama memberi pasangan kesempatan untuk membicarakan tentang masalah yang tidak ada hubungannya dengan kehidupan keluarga mereka.

3. Minat Serupa

Ketika pasangan bekerja untuk perusahaan yang sama, mereka tak akan jatuh ke dalam situasi di mana salah satu dari mereka menunjukkan ketidaktertarikan terhadap pekerjaan pasangannya. Keduanya akan memiliki persepsi yang jelas tentang pengalaman dan pengetahuan pasangannya. Adanya minat yang serupa ini juga membantu pasangan untuk saling menghormati. Sangat mungkin kalau keduanya bergabung di perusahaan atau organisasi itu karena keahlian atau minat yang sama. Aspek ini bisa membantu mengembangkan ikatan dan pemahaman untuk masa depan yang lebih baik.

Kekurangan Pasangan Suami dan Istri Kerja Sekantor,

Dimana ada kelebihan pasti ada kekurangan, berikut ini adalah beberapa kelemahan saat pasangan suami-istri bekerja di perusahaan yang sama. Inilah yang sering dijadikan alasan mengapa suami atau istri lebih suka bekerja di tempat yang berbeda. Simak beberapa alasan utama kenapa mereka memilih tidak sekantor

1. Terasa Cepat Bosan

Untuk beberapa pasangan, menghabiskan waktu bersama di rumah dan kantor tiap harinya lama-lama akan menjadi hal yang biasa. Bahkan ada situasi dimana keduanya mungkin menjadi kurang tertarik untuk mendiskusikan kegiatannya di hari itu. Bahan pembicaraan sekembalinya ke rumah pun menjadi sedikit. Bahan pembicaraan pun menjadi monoton jika keduanya tidak berbagi ketertarikan diluar perihal pekerjaan, suasana monoton pun menjadi sulit dihilangkan.

2. Personal Space Berkurang

Kurangnya personal space juga bisa mengganggu hubungan antara suami dan istri. Meskipun pasangan yang sudah menikah harus menghabiskan waktu luang mereka bersama, namun ada situasi di mana menghabiskan terlalu banyak waktu dengan satu sama lain bisa berdampak buruk terhadap kualitas waktu yang dihabiskan. Kuantitas dan kualitas tidaklah sama.

3. Power Struggles

Dalam kasus pasangan yang bekerja di departemen yang sama, bisa muncul persaingan antar mereka. Keberhasilan seseorang dimanapun pasti bisa bikin iri rekan kerjanya, artinya mungkin sekali membangkitkan rasa yang sama pada pasangan karena mendapatkan perhatian yang lebih kecil dari atasan. Hal itu akhirnya bisa menyebabkan efek buruk pada hubungan pernikahan.

Setelah melihat apa aja pro dan kontra dari kerja sekantor dengan pasangan, selanjutnya kita harus meluangkan waktu berdua dengan pasangan untuk diskusi eye-to-eye dan heart-to-heart memilih bekerja di satu perusahaan atau tidak. Hal penting juga harus dipahami adalah keduanya memiliki konsekuensi yang harus disetujui oleh pasangan dan mempertimbangkan pilihan mana yang paling memberikan kebahagiaan pada akhirnya. Karena hidup berpasangan is all about long term happiness.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen