Miliki Dulu Self Compassion Sebelum Upgrade Diri Lo

Gak diraguin lagi, kalau lo bisa lebih sayang sama diri sendiri (Self-compassionate) itu adalah hal yang paling memuaskan! Siapa coba yang gak kepengen dirinya menjadi pribadi yang lebih baik, legowo, bijak, dan membumi. Atau tiga elemen penting dari self-compassion, yaitu kind, mindful, and humane.

Tapi, sebenernya apa sih perasaan yang bener-bener memuaskan ketika kita memiliki self compassion atau rasa sayang dan pada diri sendiri?

Kalau kita sadar, banyak sekali bentuk informasi yang berusaha memberi tahu kita bahwa betapa pentingnya untuk menyayangi diri sendiri. Mulai dari nasehat orang tua, sahabat, atau bahkan sampai konten-konten inspiratif yang “quotable” di Instagram. Tapi, ya namanya manusia, apalagi laki-laki yang cenderung cuek, kadang untuk sayang sama dirinya seringkali lupa ketika tenggelam dalam keseruan saat kerja, main, atau nongkrong. Malahan, menurut pakar psikologi, sadar dan memiliki kepekaan untuk self compassion (sayang-diri) mengalahkan harga-diri.


Dr. Kristin Neff, seorang wanita yang berpengaruh dalam jaringan psikolog dunia, menjelaskan definisi dari sayang-diri atau self compassion:

Self compassion itu meliputi perasaan tenang, hangat, dan pengertian diri ketika menghadapi keterpurukan, ketidakadilan atau kesalahan. Bukan malah lari dari perasaan negatif tersebut dengan mengkritik diri sendiri secara berlebihan. Bahwa orang yang self compassionate itu sadar bahwa ketidak-sempurnaan, kesalahan, dan mengarungi kesulitan dalam hidup itu sebuah kenyataan yang tak terhindarkan. Dampak positifnya adalah mereka akan lebih “legowo” dalam menghadapi masalah atau ekspektasi yang tidak terpenuhi.


Dalam riset yang dilakukannya, Dr. Neff menemukan orang yang self compassionate seringkali diutungkan dalam berbagai cara. Mereka lebih memiliki kesehatan psikologis dan fleksibilitas yang baik, dibandingkan dengan yang self compassion-nya rendah. Poin lain yang juga penting adalah, mereka seringkali diasosiasikan memiliki kehidupan yang memuaskan secara mental atau batin. Hal itu tercermin karena tumbuhnya kecerdasan emosional dan kepercayaan sosial yang baik. Dr. Neff juga mengungkapkan bahwa self compassion itu memiliki kemiripan dengan self esteem, tapi tanpa melakukan evaluasi diri dengan membandingkan diri kita dengan orang lain.

Simak video ini supaya lebih paham tentang cara memiliki dan menjaga agar selalu memiliki self compassion!

Berhenti mengejar “harga-diri” oleh Dr. Kristin Neff

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen