lampu jalan bisnis goodmen

Paling tidak ada tiga persepsi yang sering terbesit di kepala seorang calon pendiri startup. Pertama, percaya bahwa perusahaan mampu menjadi kendaraan yang membawanya kepada ketenaran (famous). Kedua, menjadikan usaha atau bisnis rintisan sebagai pemberi solusi fundamental dan esensial bagi pihak banyak. Ketiga, bahwa konsep perusahan percepatan berbasis startup teknologi, mampu membuat penciptanya menjadi kaya.

Betul memang tidak ada salahnya memilih salah satu atau paling maksimal dua dari ketiga pilihan di atas. Justru itu bisa jadi energi untuk membakar semangat bagi seorang calon pengusaha. Menjadi salah satunya, bukan hanya soal meningkatkan status sosial, tapi lebih dari itu adalah tantangan dan lika-liku problematika diluar ekspektasi.

Punya label jabatan sebagai founder atau pemilik bisnis sekarang ini, bisa dibilang udah seperti tren fashion

Jabatan melekat dari seorang founder dan sebuah reputasi yang dibangun, sejatinya akan mengangkat status sosial. Tapi buat yang baru kepengen dan sedang menjajaki dunia bisnis (terutama startup), harus sadar betul bahwa kedepan akan penuh ketidakpastian dan hal-hal yang surprising!

Banyak startup yang gagal pada tahun pertamanya!

Laporan yang disusun oleh perusahan rintisan bernama Startup Genome, menunjukkan 90% startup mengalami kegagalan dalam setahun operasional bisnisnya berjalan.

Kita tahu dan yakin bahwa hal ini sudah biasa terjadi. Tidak sedikit kita tahu bisnis disekitar kita tiba-tiba gulung tikar dan sebagainya. Penting dan terlupakan seringnya, adalah bagaimana seorang pendiri startup harus mampu mengantisipasi sejak dini kemungkinan kegagalan tersebut. Pemahaman terhadap seluruh stakeholder dari ekosistem bisnis dan mengetahui sumber daya apa saja yang bisa dimanfaatkan jadi kunci penting. Sering juga tidak sadar bahwa semakin berkembang sebuah bisnis atau usaha, justru probabilitas kegagalan pun kian meningkat.

Berikut kesalahan umum yang bisa diantisipasi bagi para pemula atau calon pendiri startup di Indonesia:

Challenge & Pressure.

Ada sebuah istilah ‘Blue-Ocean’ dan ‘Red-Ocean,’ dimana ketika kamu ada di ‘Samudera Merah’ maka persainganmu akan sangat ketat dan pesat. Itu sebabnya tantangan dari tiap lapisan bisnismu harus selalu cepat tanggap dan solutif.

Semua orang pada dasarnya bisa menjadi pengusaha atau pendiri sebuah startup, TAPI tidak semua mampu dan mau menjalani dan mendalami perannya.

Entrepreneurship is certainly not fit for everyoneIsaac Rouhtas

Menjadi seorang pendiri sebuah perusahaan, dibutuhkan kemampuan ber-empati untuk mampu mengarahkan sebuah tantangan dan menjawabnya dengan berhasil. Nyatanya, tidak semudah itu, karena banyak yang tidak kuat ketika berhadapan dengan kerasnya realita. Bekerja 100 jam per hari, mengusahakan untuk bisa mengejar seluruh jadwal meeting, dan mengelola puluhan bahkan ratusan hal dalam satu waktu, terdengar sangat melelahkan di tahun pertama.

Lack of Working Capital.

Meraih pendanaan awal untuk modal bisnis itu belum cukup, bahkan dengan segala aset perusahaanmu. Setiap bisnis atau usaha pasti memiliki keperluan hari-hari, dan tanpa sadar bisa jadi ongkosnya bisa sampai dua digit di akhir bulan. Jadi kalkulasi dan membuat daftar kebutuhan berdasarkan prioritas itu sifatnya wajib, kudu, dan mesti banget.

Di Indonesia, solusi bagi pinjaman modal ini bisa didapat dari p2p lending company yang sudah banyak ada, seperti KoinWorks, UangTeman, Investree, Modalku, dan masih banyak lagi. KoinWorks misalnya, menyediakan pinjaman minimal 10 juta rupiah dengan tenor dari 6 – 24 bulan, dan suku bunga yang variatif.

Mistakes.

Kesalahan udah jadi hal wajar dan makanan sehari-hari bagi para pengusaha. Terkadang untuk kesalahan yang umum, bisa dengan mudah mengatasi dan melewatinya, tapi tidak bagi yang fatal. Sebuah PR yang tidak tepat, strategi pemasaran yang salah kaprah, ketidakefektifan dalam rekrut SDM, atau bahkan salah meriset pasar adalah kesalahan yang sangat sulit dan fatal.

Competition.

Tingginya permintaan kuat dalam industri seperti e-commerce, biasanya akan membuat perusahaan rintisan atau startup pincang ditengah kompetisi yang sangat ketat. Salah satu raksasa dan pionir milik Jeff Bezos, Amazon Inc. telah mengakuisisi platform e-commerce untuk menjauhkan perusahaannya dari radar kompetisi. Pada akhirnya, siapa yang mampu memberikan manfaat lebih dan reputasi baik, maka akan semakin tinggi kemungkinan untuk mampu bertahan dalam persaingan industri.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen