Sankarsh Chanda adalah remaja sukses yang awalnya ingin menyederhanakan investasi dalam saham. Akhirnya di usia 18 tahun, ia mendirikan perusahaan sendiri yang diberi nama, Savart. Bersama Savart, ia menawarkan saran investasi, setelah melakukan analisis psikometrik, untuk membantu memahami kebutuhan investasi kita. Di usianya yang saat ini menginjak 19 tahun, Asset Under Management (AUM) yang ia miliki mencapai $1,2 juta

Awal Mula Remaja Sukses ini Terjun Di Dunia Investasi

Pada tahun 2017, Sankarsh Chanda mendirikan startup bernama Savart yang berlokasi di Hyderabad, kota kelahirannya. Startup yang ia bangun berfokus di bidang fintech. Masalah yang ingin diselesaikan oleh Sankarsh adalah membantu user untuk berinvestasi dalam reksadana dan saham online. Dalam membangun stratupnya, Sankarsh memilih untuk bootstrapping.

Sankarsh Chanda sama seperti remaja lainnya ketika dia berusia 14 tahun. Ia benar-benar suka membaca untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Hobinya itu pun mengubah hidupnya. Sankarsh membaca artikel tentang “investasi nilai” oleh Benjamin Graham. Dalam bukunya, Benjamin Graham menganjurkan untuk memilih perdagangan saham yang kurang dari nilai intrinsiknya karena lebih berpeluang untuk mendapatkan keuntungan. Sankarsh pun tertarik dan mulai mencari cara untuk menguji gagasan itu.

Masih di usia yang sama, Sankarsh mencoba meyakinkan kakak perempuannya untuk mengizinkan dirinya menggunakan akun Demat milik sang kakak. Ia berinvestasi kurang lebih sekitar $28 untuk pertama kalinya, yang ia dapat dari uang bulanan beasiswa sekolahnya. Berawal dari coba-coba dan pengalaman yang sangat minim, sekarang ia mendapatkan hasil yang cukup besar.

Selama periode ini, Sankarsh yang juga seorang readerholic ini juga mempelajari dan memahami neraca berbagai perusahaan yang berada pada tahapan (growth stage) pertumbuhan. Usahanya yang luar biasa itu tak sia-sia, ia bertahan dan bahkan berinvestasi di saham perusahaan Cina dan Amerika, dengan bantuan saudara iparnya.

Pada usia 16 tahun, Sankarsh memulai freelance dan menyusun strategi investasi untuk klien perseorangan. Sebagian besar kliennya waktu itu merasa puas, bahkan meminta Sankarsh mengelola lebih banyak lagi.

Saat ia berusia 17 tahun, Sankarsh menerbitkan buku pertamanya, Financial Nirvana pada tahun 2016. Tak lama setelah itu, ia mendapatkan ide untuk membangun platform teknologi untuk wealth management.

Ketika Sankarsh ingin melanjutkan studi di US, ia malah tertarik dengan Bennett University, sebuah lembaga pendidikan dari Times Group yang berlokasi di Greater Noida. Ia akhirnya memutuskan untuk masuk ke Bennet BTech yang memang berfokus pada kewirausahaan. Ia merasa Bennet adalah tempat yang sempurna bagi dirinya untuk mulai mewujudkan idenya. Disana, ia bertemu Ajay Batra, Direktur Pusat Inovasi dan Kewirausahaan Universitas. Ajay pun memberikan Sankarsh rasa percaya diri untuk memulai.

Terhitung lima tahun sejak Sankarsh mulai minat di bidang investasi, Sankarsh akhirnya menjalankan Savart, wealth manager yang tersedia di online maupun offline. Dengan Savart, orang dapat lebih mudah untuk mengambil keputusan terkait investasi.

Setelah memulai, Sankarsh berhenti kuliah. Tapi ia tetap mendapat dukungan dari orang tuanya. Modal awal berasal dari penghasilan Sankarsh dari berbagai investasinya.

Ide Dibalik terbentuknya Savart

Pada tahun 2017, Sankarsh akhirnya meresmikan Savart, usaha wealth management yang ia bangun. Waktu itu ia berumur 18 tahun. Nama Savart berasal dari frasa “art” of “saving,” atau seni menabung. Sankarsh mengungkapkan bahwa dia mewawancarai lebih dari 400 orang dari latar belakang ekonomi yang berbeda sebelum memulai.

savart perusahaan asal india

Savart sendiri adalah platform online untuk membantu pengguna dalam berinvestasi tergantung pada kebutuhan mereka. Ini dilakukan dengan analisis psiko metrik pada pengguna selama proses on-boarding untuk lebih memahami harapan mereka.

Terlepas dari kebutuhan yang jelas akan finansial, yang melatarbelakangi dibangunnya Savarta adalah banyaknya orang-orang telah mencoba berinvestasi di public market tetapi malah menjadi korban penipuan atau merasa tidak sesuai harapan. Sankarsh menyatakan bahwa banyak yang tidak mengerti atau tidak memiliki kejelasan dimana investasi tersebut dibuat atau kapan modalnya kembali.

Disitulah Sankarsh berperan untuk menjembatani kesenjangan itu dengan memahami kebutuhan individu dan harapan user lalu mencocokknya dengan kondisi sosial dan ekonomi mereka.

Lalu, bagaimana cara kerja Savart?

Platform ini memberikan saran reksa dana yang sesuai untuk pengguna. Setelah analisis psiko-metrik, ada yang namanya Emotional Financial General (EGF Analysis). Ada juga mode manual di mana pengguna dapat meneliti dan berinvestasi sendiri tanpa panduan apa pun. Platform ini juga akan menampilkan kombinasi pilihan reksa dana, SIP, dan STP untuk membantu mencapai sasaran yang diinginkan pengguna.

Saat ini, Savart yang berfungsi sebagai distributor reksa dana, telah bermitra dengan Bombay Stock Exchange. Perusahaan ini juga sedang menunggu lisensi Registered Investment Advisor (RIA) dari SEBI, setelah itu akan merilis stock advisory berbasis algoritma untuk pelanggan.

Karena Savart sendiri bukanlah broker, ia juga bermitra dengan Upstox, platform broken diskon berlokasi di Mumbai. Pengguna dapat mendaftar akun Upstox Demat melalui platform Savart.

Platform ini dapat diakses melalui Android atau iOS, serta melalui situs webnya. Tim saat ini sedang bekerja memperbaiki mobile websitenya.

Sebagai distributor, Savart membebankan biaya antara satu hingga dua persen untuk investasi reksa dana. Itu belum menghasilkan uang pada saham. Namun, perusahaan berencana untuk membebankannya melalui subscription bulanan, di mana user akan membayar sesuai penggunaan, setelah mendapatkan lisensi RIA-nya.

Namun, Savart, dan tentunya Sankarsh, tidak hanya fokus untuk mengembangkan platform online. Startup ini bermitra dengan bank koresponden untuk menyebarkan cara penggunaan offline dan juga berharap bisa membuat cabang offline sehingga memudahkan pengguna untuk memanfaatkan layanannya.

Savart juga sedang dalam tahap terakhir pengembangan mesin investasi otomatis yang dapat diatur di kios offline. Penggunaannya memerlukan kartu debit untuk melakukan investasi. Mesin diharapkan bekerja di area dengan koneksi jaringan rendah. Perusahaan belum memutuskan jadwal tetap atau lokasi untuk pemasangan mesin ini.

Savart juga ingin mematenkan teknologi ini. Perusahaan ini awalnya menggunakan bahasa lokal dan mengharapkan platformnya bisa hadir dalam lima bahasa, termasuk bahasa Inggris, Hindi, Telugu dan Gujarati selama lima bulan ke depan.

Pencapaian Savart dan Harapan Ke Depan

Startup ini didirikan pada tahun 2017, tetapi platform online baru mulai pada bulan Juni tahun ini. Hanya dalam sebulan sejak diluncurkan, perusahaan telah menjual reksadana senilai $500.000 dan saham senilai $280.000

anak muda berbaju biru

Perusahaan, yang memiliki 12 karyawan full time ini, telah mengumpulkan sebesar $560.000 untuk assets under management (AUM) melalui cara offline dengan membantu beberapa orang yang terdaftar untuk mengelola aset mereka. Dalam dua hingga tiga bulan ke depan, Sankarsh positif bahwa mereka dapat menambahkan $700.000 sampai $1,4juta dalam AUM-nya.

Pada akhir tahun ini, Savart berharap dapat bermitra dengan tiga broker digital lainnya. Target lainnya yaitu membuka lima toko offline selama tiga bulan ke depan.

Dari sudut pandang produk, platform ini berencana untuk merilis fitur round-up yang dapat dipilih pelanggan di aplikasi mereka. Fitur ini mirip dengan kumpulan produk yang ditawarkan oleh Balance, platform wealth management yang berbasis di Bengaluru.

Savart juga ingin merilis fitur “Goal” setelah memperoleh lisensi yang diperlukan. Sankarsh juga mengatakan bahwa platform juga akan menginformasikan pelanggan kapan harus menjual dan membeli saham melalui push notification.

Pada bulan Desember, Savart berharap mendapatkan masing-masing $560.000 di MF dan penjualan saham. Savart juga memiliki target untuk meningkatkan pendanaan menjadi $420.000 dan sudah memiliki komitmen sebesar $140.000 dari HNI.

Persaingan yang Harus Dihadapi Savart

Savart bersaing dengan banyak pemain di bidang ini, termasuk Sqrrl yang berlokasi di Gurugram. Sqrrl sendiri berhasil mengumpulkan $ 1 juta dalam putaran pendanaan Seri A sebelumnya dari Equanimity Venture Fund pada minggu terakhir di bulan Juni. Selain Sqrrl, Savart juga berkompetisi dengan Nivesh.com, marketplace reksadana, yang meraih $400.000 pada bulan Juni.

Zerodha, perusahaan broker di Bengaluru, tahun lalu meluncurkan platform reksa dana bernama Coin, dan mendekati $155juta asset yang dikelola saat ini.

Awal tahun ini, Paytm meluncurkan Paytm Money, yang berkembang dengan 40 Asset Management Companies (AMC) di negara tersebut dan menawarkan reksa dana sebagai penawaran produk pertamanya.

Savart juga mengambil Kaleidofin yang ada di Chennai. Kaleidofin menyediakan layanan aset keuangan seperti reksadana ke daerah pedesaan.

Saat FY18, industri reksa dana menambahkan hampir 11.000 rekening SIP setiap bulan dengan jumlah rata-rata sekitar $45. Pasarnya besar, dan Savart berharap dapat memenangkan banyak pelanggan.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen