Rumus Hidup Sehat Demi Resolusi 2019

Di momen menjelang tutup tahun, jutaan orang membuat berbagai resolusi. Sebagian besar, menginginkan perubahan dengan menambahkan gaya hidup sehat seperti berolahraga, makan makanan yang sehat, berhenti merokok, minum alkohol dan sebagainya. Menurut quirkology.com, hampir 90% orang gagal mempertahankan resolusinya selama satu tahun. Apakah kita salah satu dari 90% itu?

Guess what?!

Sebenarnya aktivitas yang kita lakukan memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup saat ini dan di masa depan. Kita bisa mengurangi risiko masalah kesehatan yang paling umum dan mahal seperti penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes tipe 2, dan obesitas. Sudah jadi rahasia umum, dengan memilih untuk hidup sehat bisa membantu kita merasa lebih baik dan umur lebih panjang. Tapi prosesnya memang gak gampang. Mungkin kita sudah mencoba makan makanan sehat (tanpa MSG mungkin), berolahraga lebih banyak, tidur cukup, atau berhenti merokok, tapi rasanya tetap susah untuk merubah kebiasaan-kebiasaan lama kita dengan komitmen, konsisten, fokus, dan disiplin. Ternyata memang ada alasan kenapa mengubahnya terasa sulit.

Mengapa mengubah kebiasaan terasa sangat sulit?

Pertama, kita sering ingin berubah dengan cara yang tidak mungkin. Misal, kita disarankan untuk menurunkan berat badan secara bertahap yaitu 1 kilogram per minggu. Tapi nyatanya orang sering kali ingin menurunkan lebih dari target itu, bahkan secara berlebihan. Ujung-ujungnya, kita bakal capek duluan dan program sehat pun tidak berlanjut lagi karena kapok.
Kedua, ekspektasi yang sering tidak realistis adalah bahwa kita akan membuat ekspektasi hasil yang cepat. Yang sebenarnya dapat terwujud dalam waktu 6 bulan secara konsisten, namun kita menargetkannya hanya 2 bulan. Setelah 2 bulan tidak terwujud, kita pun menyerah. Bersabarlah dan lihat hasilnya kelak.
Ketiga, mungkin kita merasa bahwa berubah itu bisa instan alias gampang. Kruger dan Dunning, dalam penelitiannya, menunjukkan bahwa kita cenderung melebih-lebihkan kemampuan diri dan meremehkan pengaruh eksternal seperti tekanan dari teman sebaya dan stres yang tak terduga datangnya.
Yang terakhir, kita cenderung memiliki imajinasi yang berlebihan tentang manfaat akan perubahan kebiasaan sehat pada aspek-aspek lain dari kehidupan kita. Kita bisa membayangkan diri kita menjadi lebih sukses, populer, atau menarik, misalnya.

Salah satu pendekatan yang baik untuk mengubah kebiasaan kita adalah membuat tujuan dan langkah yang lebih realistis.


Tapi, itu saja gak cukup. Berikut adalah saran yang bisa membantu kita untuk tetap berpegang pada kebiasaan positif kita yang baru.

1. Berkomitmen selama 2 bulan agar terbentuk pola kebiasaan

rumuh hidup sehat goodmen

Untuk tetap komitmen dengan kebiasaan baru hingga benar-benar solid, membutuhkan paling tidak waktu dua bulan atau bahkan lebih. Jadi, janganlah membuat kegagalan hanya karena kita berharap hidup akan berubah dalam waktu tiga minggu. It just doesn’t work that way man! Remember, diamond were made by lots of persistance pressure and process!

Memiliki gaya hidup sehat itu bukan soal hasil akhir, tapi soal kebiasaan.


2. Pahami kebiasaan kita

Ingat, setiap yang kita lakukan berulang-ulang, bisa berubah menjadi suatu kebiasaan. Perilaku berulang yang membuat kita merasa lebih baik, dapat memengaruhi alam bawah sadar (otak) dan menciptakan kebiasaan yang mungkin sulit diubah. Layaknya kita yang terbiasa dengan arah jalan pulang dari kantor ke rumah atau sebaliknya, otak seakan tak perlu banyak berpikir, dan tubuh kita pun bergerak secara otomatis mengikuti jalur yang biasa kita lalui.
Katakanlah kita mencoba membiasakan diri untuk berolahraga di pagi hari. Pertama, mungkin kita bisa meletakkan running shoes di depan pintu kamar sehingga menjadi benda yang pertama dilihat, atau meletakkan alat-alat olahraga sederhana seperti skipping rope di dekat kasur. Undang alam bawah sadar supaya menciptakan mindset agar memudahkan kamu untuk memulai dan menjalaninya.


3. Buatlah target sederhana dan ajak teman!

Buat rencana dengan target yang mudah dan masuk akal untuk dicapai, serta tindakan spesifik yang akan diambil untuk mencapai target itu. Libatin juga teman, sahabat, saudara, atau pacar supaya lebih seru. Ajak mereka untuk bergabung atau sekedar mendukung agar kita tetap ada dijalur.


4. Bersabar dan tetap sayangi diri sendiri

rumus hidup sehat goodmen

Terkadang ketika kita mencoba untuk mengadopsi kebiasaan yang lebih sehat, masalah kesehatan lainnya bisa mengganggu. Cobalah untuk lebih bersabar dan sayangi diri kita. Pengertian kepada diri sendiri membuat kita menjadi tidak merasa ragu, dan memungkinkan diri untuk menetapkan tujuan tanpa bayang-bayang akan rasa takut gagal. Misalnya, dari berbagai aturan yang kita buat sendiri, coba dilonggarkan saat berlibur atau sedang tidak enak badan. Dengan tidak ‘ngoyo’ dan lebih bersabar, maka setelah melonggarkan diri dari aturan tersebut, kita akan lebih mudah untuk kembali ke kebiasaan sehat yang ingin dibangun.


5. Hidup sehat untuk masa depan

Sangat penting untuk hidup pada saat ini, tetapi kita tidak akan menikmati momen menyenangkan lainnya kalau tidak mempertimbangkan kesejahteraan di kemudian hari. Kita cenderung lupa bahwa kita adalah orang yang akan menanggung akibatnya nanti kalau tidak hidup sehat saat ini juga. Studi yang dilakukan Van Gelder dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa kita menjadi lebih termotivasi untuk hidup sehat ketika membayangkan masa depan kita. Dan ketika kita hidup sehat, kita jadi lebih semangat untuk menjalankan hari demi hari.

Kita lebih termotivasi untuk hidup sehat ketika membayangkan masa depan kita. Dan ketika kita hidup sehat, kita jadi lebih semangat untuk menjalankan hari demi hari.


6. Stay on Track

Melakukan dan merasakan hal positif untuk diri sendiri pasti akan terasa menyenangkan dan bermanfaat. Tetapi juga akan ada saat-saat ketika kita bertanya-tanya, bisa gak sih kita benar-benar disiplin menjalankannya?
Berhentilah mendefinisikan progres yang lambat sebagai suatu kegagalan. Ketika setiap kesalahan kecil diartikan sebagai kegagalan total, kita akan cenderung menyerah sebelum waktunya. Tapi, kalau kita melihat lebih jauh dan paham bahwa yang namanya progres pasti ada halangannya (ujian), justru akan memungkinkan diri kita untuk bangkit kembali dan belajar dari kesalahan.

rumus hidup sehat goodmen


Menyimpan log atau record juga bisa membantu. Pakailah jurnal atau aplikasi di smartphone untuk mencatat hal-hal seperti diet, olahraga, tingkat stres, atau pola tidur. Pada sebuah penelitian terhadap orang-orang yang berhasil menurunkan berat badan setidaknya 60 kilogram dan mempertahankannya, ditemukan bahwa mereka terus mencatat dan menyimpan catatan progres dengan cermat selama satu tahun. Atau, kita juga bisa mencoba untuk mengikuti aktivitas yang membutuhkan komitmen seperti mengikuti exercise class yang tidak bisa di refund. Ajaklah teman yang mau mendukung kita untuk berubah ke kehidupan yang lebih sehat dan positif.

Orang-orang yang berhasil menurunkan berat badan 60 kilogram dan mempertahankannya, terus mencatat dan menyimpan catatan progres dengan rajin selama satu tahun.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen