Serial TV yang Melatih Kemampuan Berpikir

Ada banyak varian serial TV yang menarik untuk dinikmati sebagai hiburan yang terasa jenaka, namun banyak juga pilihan yang membuat otak kita harus berpikir sambil tetep terhibur. Di tengah aktivitas pekerjaan yang membuat lelah, ada kalanya luangkan waktu 1-2 jam per hari untuk menikmati tayangan yang membuatmu terjebak dalam pilihan antara pikiran segar kembali atau malah justru ketagihan nonton lagi. Berikut beberapa rekomendasi tontonan yang jalan ceritanya digarap dengan cerdas dan bikin ketagihan!

Sherlock

Karya masterpiece Sir Arthur Conan Doyle ini telah dikreasi ulang dalam banyak versi, termasuk film dan serial TV yang tayang di BBC. Steven Moffat dan Mark Gattis menulis naskah untuk Sherlock yang diperankan oleh actor kawakan Benedict Cumberbatch. Pendamping sang detektif, Doctor John Watson, diperankan secara menarik dan tampak tegas oleh Martin Freeman, yang sebelumnya memerankan karakter Hobbit.

Tiga belas episode serial TV ini telah ditayangkan sejak 2010-2017, dan dalam tujuh tahun penayangan telah meraih banyak nominasi maupun penghargaan. Emmy Awards ke-68 menganugerahkan Cumberbatch dalam kategori Outstanding Lead Actor, Martin memenangkan kategori Outstanding Supporting Actor, dan Steven Moffat meraih penghargaan di kategori Outstanding Writing.

Mengapa Sherlock tidak menghabiskan waktu untuk ditonton? Tidak seperti kebanyakan serial yang memiliki lebih dari 10 episode per musim, Sherlock hanya merilis tiga episode berdurasi 90 menit per musim. Jika ingin menonton seluruh episode hanya memakan waktu sekitar 14 jam saja.

Mengapa akting Sherlock dan Watson bisa keren parah alias mind-blowing? Ada alasan keduanya diakui secara kritis untuk peran yang mereka lakoni. Yaitu, penonton mampu dibuat “terhipnotis” dengan twist karakter yang dimainkan oleh Cumberbatch dan Freeman dalam adegan di dalam plotnya. Anda benar-benar melihat betapa rumitnya Sherlock sebagai pribadi, atau gejolak batin Watson ketika dia berurusan dengan kasus kejahatan mereka. Hal ini juga diperkuat oleh para pemeran pendukungnya yang spektakuler.


The Blacklist

Pengisi suara karakter Ultron dalam film The Avengers, James Spader, berperan sebagai pelaku kriminal dengan ide yang brilian. The Blacklist menempatkan Spader sebagai karakter utama bernama Raymond “Red” Reddington. Setelah sekian lama menjadi pelaku kriminal, Red secara sukarela menyerahkan diri kepada FBI, dan bersedia membantu membongkar pelaku kriminal berbahaya.

Serial ini telah merilis 116 episode yang dibagi dalam 6 musim (season) yang mulai tayang sejak September 2013. Di tahun 2014, The Blacklist memperoleh penghargaan dari Primetime Creative Arts Emmy Awards di kategori Outstanding Stunt Coordination for a Drama Series, Miniseries, or Movie, dan ASCAP Film and Television Music Awards di kategori Top Serial TV.

Hal tersebut tidaklah mengherankan, mengingat alur cerita yang begitu apik dalam serial ini. Konflik yang dibawakan langsung dirasakan memuncak sejak awal musim. Walaupun Red terkesan membantu pihak berwenang, terungkap cerita bahwa Red sedang menjalankan rencananya sendiri, yang diperkuat dengan hadirnya karakter lain yang tidak dapat mempercayainya. Ini memberikan kisah dramatis yang unik.


Black Mirror

Berbeda dengan kedua serial TV sebelumnya, Black Mirror hadir dalam episode yang utuh tanpa bersambung di setiap penayangannya. Serial ini terinspirasi dari The Twilight Zone yang fokus pada topik kontroversial dan kontemporer, khususnya yang berhubungan dengan manusia dan teknologi.

Netflix bukanlah kanal yang menayangkan serial ini pertama kali. Awalnya, Channel 4, stasiun TV asal Britania, menayangkan dua musim pada tahun 2011-2013. Saat ini Black Mirror telah merilis empat musim (season) yang terbagi menjadi 19 episode. Di tahun 2018, Art Directors Guild Awards menganugerahkan penghargaan di kategori Television Movie or Limited Series dan BAFTA Television Craft Awards di kategori Special, Visual Effects & Graphics. Di tahun-tahun sebelumnya, lebih banyak penghargaan yang telah diraih untuk serial yang paling ditunggu-tunggu ini.

Sebelum Bandersnatch yang belakangan jadi pusat perhatian penonton diseluruh jagat raya. Salah satu episode di musim ketiga, Nosedive (yang trailernya baru saja kalian lihat di atas), mendapat banyak apresiasi atas penayangannya. Episode ini memberi ruang berpikir bahwa masyarakat saat ini memang menakutkan, tetapi juga menarik. Kehidupan bermedia sosial mampu mengubah orang menjadi pecandu, putus asa, dan kekhawatiran lainnya akibat “like” maupun komentar. Hal ini juga menumbuhkan rasa takut saling menyinggung satu sama lain, sehingga masyarakat tidak pernah benar-benar bebas berbicara dalam pikiran mereka.

Lalu, bagaimana dengan pilihanmu? Beri rekomendasi andalanmu di kolom komen ya!

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen