streetwear lokal goodmen

Menilik 6 tahun kebelakang, wave kencang dari streetwear dunia mulai masuk ke pasar umum dan lebih mudah dicari. Beberapa brand besar tersebut adalah Supreme, Stüssy, A Bathing Ape, dan Palace. Pengaruh itu membagi energi positif sekaligus membakar semangat untuk merek streetwear lokal berkembang.

Kultur streetwear semakin cepat menular

Mundur lebih jauh ke 10 tahun ke belakang (2008), sebuah platform media streetwear terkenal dari Hong Kong yang bernama Hypebeast gak disangka-sangka telah melirik dan meliput Airplane Systm-yang merupakan merek dari Indonesia. Sejak saat itu kultur streetwear secara progresif mulai terasa dengan berdirinya banyak retail store. Dari segi bisnis terbagi menjadi dua, ada yang fokus ke merek Internasional misalnya otoko, Maris, Orbis, atau Footurama. Ada juga yang lebih fokus untuk menjadi medium streetwear lokal, misalnya The Goods Dept, Toidiholic, dan masih banyak lagi.

Menarik sekali buat saya untuk mengulik sejarah tentang Streetwear dan bagaimana bisa sebuah pergerakan kolektif dari sub-culture menjadi sebuah culture yang mendominasi fashion dunia. Tapi mungkin, akan saya bahas di artikel setelah ini ya. Sekarang, kalian bisa cek ombak dulu beberapa merek streetwear lokal pilihan saya di bawah ini yang telah berkiprah di pasar Internasional.

5 Streetwear Lokal Yang Patut Kita Banggakan!

#LocalPride

M.A.N.K.I.N.D

Mengangkat cerita dibalik manusia sebagai manusia dari berbagai sudut pandang. Civilization, culture, dignity, suffer, prosper, winning and losing-semua adalah nilai-nilai yang membentuk manusia dan melahirkan kemanusiaan.

Berawal di kota Bandung, memulai bisnisnya di tahun 2015.  Filosofi dan nilai yang “dalem” ini terintepretasikan dengan sangat baik ke dalam tiap detail yang diberikannya. “Guilt Ridden Man” merupakan salah satu koleksi ikonik yang diliput oleh Hypebeast (spring/summer 2017) dan dilatarbelakangi oleh tribute sejarah koboi Amerika di era abad-19.

Tahun ini koleksi pada spring/summer 2019 melanjutkan eksplorasinya dalam skena Amerika Barat. “Tribes of Horde” menjadi tema koleksi ini, dan pada pertengahan Januari 2018 kemarin sudah melakukan private show di No Experiment Lab, Perancis.

 

View this post on Instagram

 

Day.02 MANKIND “Tribes of The Horde” Private Showroom @no_experiment_lab Paris ? @photomonk3y #thisismankind #welcometothehumanrace

A post shared by MANKIND (@m.a.n.k.i.n.d) on


DOMESTIK

Digambarkan dari mula muatan variasi imej dan penglihatan akan kelamnya Indonesia, dan kebangkitan setelahnya. Seluruh yang ada disekitarnya, diambil sebagai sebuah pengaruh besar. Jika diibaratkan dalam visual seperti sebuah “middle-finger” yang sedang “melakukannya” dan menertawainya kemudian.

Streetwear ini sangat unik, karena percaya bahwa keanekaragaman budaya Indonesia memiliki unsur spiritual, dan mengawinkannya dengan lelucon ala tropis.

Pretty but pretty. Cool thing but trifling.Domestik.

@RyanAdyPutra, seorang seniman berbakat asa Yogyakarya inilah yang melahirkan merek berjiwa vicious rumor, Domestik. Diliput oleh media bergengsi di dunia seperti The Hundreds, Highsnobiety dan Hypebeast, juga telah bertengger di stok toko streetwear terkenal Dover Street Market di London, New York, Singapore, dan Ginza (Jepang). Tahun 2019 ini baru saja melakukan kolaborasi dengan sebuah sub-kultur klab bernuansa disko, yaitu Zoiac.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by DOMESTIK (@domestikdomestik) on


PLEASURE

Biar bisa masuk ke dalam jiwa brand ini, play dulu musik di bawah,

Berawal dari 7 sekawan dengan lingkup obrolan dan genre musik yang serupa, sebuah wadah untuk menumpahkan energi kultur para penikmat disko akhirnya terlahir. Peluangnya terjadi disaat momen musik EDM mulai menurun, kultur disko perlahan mulai semakin diminati.

Dengan visi yang kuat, wadah party Pleasure ini digarap dengan serius untuk menebarkan keseruan di lantai dansa. Beberapa diantaranya seperti Eric Duncan, Kenji Takimi, dan Junior Executive menjadi para pendukung berkembangnya kultur disko bersama Pleasure di Jakarta.

Peluang lain yang ditangkap adalah munculnya merek streetwear dari Pleasure. Berkembangnya kultur yang dibangun oleh Pleasure mampu menghasilkan karya-karya relevan dengan kultur disko terkini. Gak main-main, mereka telah berkolaborasi dengan brand Internasional seperti Junior Executive dan UNION Los Angeles.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by PLEASURE (@nonstoppleasure) on


DOMINATE

courtesy of youtube - dominate media clash
Penghujung 2013 merupakan tahun dalam Akta lahir perusahaan streetwear yang memiliki visi untuk “mendominasi” ini lahir. Dominasi yang dimaknai positif ini memiliki sudut pandang bahwa lifestyle harus dilihat dari sudut pandang yang utuh dan menyeluruh.

Merek streetwear lokal satu ini sangat konsisten dalam pengembangan produknya yang kental dengan jiwa miltary. Berawal dari iseng bikin desain jaket baru, gak disangka itu yang akhirnya menjadi fokus brand streetwear ini.

Sebelum bertemu dengan DillaNaya dan Keshong yang asli Semarang ini merantau ke Jakarta dengan niatan membuat brand fashion sendiri. Dibangun dari kepercayaan dan ambisi bertiga, mereka mengirimkan katalog berulang-ulang kepada bosnya Dilla yang sedang ada di London. Di tahun 2016 lah akhirnya majalah panutan streetwear Dunia, yaitu Hypebeast mulai merilis artikel koleksi Dominate. Mulai dari koleksi Marauder, Zeitgeist, Suara Disko, (x) Taiwan’s Less(x) ORBIT Gear, dan yang paling terakhir adalah Freedom Sounds.


PARADISE YOUTH CLUB

Vincentius Aditya pertama kali merilis koleksi brand streetwear ini di tahun 2015. Bermodal kerja di dunia clothing line beberapa tahun kebelakang sebagai desainer, Adit mengasah ilmu bagaimana cara menangkap peluang pasar bersama brand besar, seperti Wakai dan Carhartt.

Courtesy of Youtube
Adit bersama ketiga sahabatnya Andri Hasibuan, Fritz Yonathan, dan Hendrick Setioadhityo mengembangkan brand streewear ini dengan serius. Berulang-ulang melakukan kolaborasi dengan berbagai brand seperti Jungles (Aus), PRMTVO (L.A), Alpha Industries (Kor) dan brand-brand lainnya.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen