Tips Memiliki Tubuh Sehat Seiring Usia Bertambah

Kondisi fisik yang sehat seiring usia bertambah bukan sebuah anugerah yang dimiliki semua orang. Karena faktanya, tubuh manusia mengalami penurunan kualitas begitu menginjak usia 25 tahun ke atas.

Produksi sel tubuh mulai menurun, mengakibatkan organ tubuh perlahan menjadi rusak. Imbasnya, begitu kamu menginjak usia 50 tahun, tubuh semakin rentan terkena penyakit-penyakit akut, mulai dari kanker, stroke, sampai diabetes.

Repot? Iya. Mahal? Pasti, apalagi seandainya tabungan di masa tuamu tidak cukup untuk menghadapi penyakit-penyakit kronis tadi. Karena itu, mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk kasus yang ini…..


Supaya tubuhmu tetap sehat seiring usia bertambah, lakukan olahraga secara rutin sedini mungkin


But here’s the thing. Begitu menginjak usia 25 tahun, tanggung jawabmu jadi lebih besar dan banyak. Otomatis, waktu untuk berolahraga pun jadi banyak berkurang.

Selain itu, hasil dari fitnesmu juga lebih sulit terlihat karena hormon pembentuk otot mulai sulit diproduksi. Imbasnya, otot tubuh lebih sulit terbentuk dan bisa menyusut seiring waktu berjalan.

Apa itu artinya kamu terlambat memulai rutinitas olahraga?

Not really. Ilmuwan olahraga, David Leith, menyarankan supaya rutinitas fitnes tetap dijaga, walaupun usiamu sudah perempat baya. Tapi memang, ada beberapa hal yang harus diubah, yaitu caramu berolahraga.

Leith memiliki taktik fitnes yang unik. Ia membuat beberapa struktur gerakan olahraga yang dikelompokkan menurut usia praktisinya, mulai dari 30 sampai 50 tahun. Apa saja itu?


Kita mulai dari usia 30 tahunan, ketika dad bod baru mulai terbentuk


sehat seiring usia bertambah goodmen

Goodmen out there, saatnya kamu mewaspadai kenaikan berat badanmu begitu menginjak usia 30 tahun. Pada masa ini, metabolisme tubuh mulai menurun sehingga berat badan akan meningkat sedikit demi sedikit.

Apa bahayanya? Well, kamu akan lebih rentan memiliki bentuk tubuh dad bod. Bila berlanjut, akan sulit bagimu memiliki hidup sehat seiring usia bertambah sampai 60 tahunan.

Di sinilah Leith menyarankan prinsip olahraga khusus. Begitu usiamu menginjak 30 tahun, ubah fokus fitnesmu dari gerakan tubuh atas dan bawah menjadi fitnes endurance.

Lakukan fitnes kardio yang menggabungkan elemen kekuatan dan ketahanan fisik. Mulai sesi fitnesmu dengan angkat beban, lari di treadmill atau outdoor, lalu istirahat sebentar untuk menetralkan detak jantung. Terakhir, tutup dengan 30 detik sprint memakai sepeda (beroda atau di gym) atau treadmill lagi selama lima kali.

Tapi jangan terjebak di sesi olahraga seperti tadi saja. Bagi Leith,

Menantang batas fisikmu sendiri itu sangat penting.

Dalam hal ini, ia menyarankan agar gerakan olahragamu lebih bervariasi. Dengan begitu, fisikmu akan lebih bisa beradaptasi ketika menghadapi tantangan fisik yang bervariasi, selain mencegahmu bosan. Yoga malahan sangat disarankan juga.

Namun, jangan lupa beristirahat juga

Leith tidak suka bila seseorang melewatkan waktu istirahat. Baginya, tanpa istirahat, tubuh tidak akan pernah berada dalam kondisi prima. Bila terus dipaksakan, kondisi tubuh malah akan rusak dan hidupmu jadi tidak sehat seiring usia bertambah.

Karenanya, ambil jeda. Manfaatkan waktu kosong untuk beristirahat, sedikit apapun waktunya. Kalau perlu, jangan berolahraga di hari Minggu.


Lalu, di usia 40 tahunan, ubah fokus olahragamu dari membentuk otot jadi menjaga kondisi otot


Ada kalanya ketika jiwa mudamu menganggap segala hal harus dilakukan secara kompetitif. Semangatmu tinggi supaya bisa melakukan hal-hal yang lebih dibanding teman-temanmu, termasuk dalam berolahraga.

Namun di usia 40 tahunan, semangat kompetitif tadi tidak bisa lagi kamu lakukan. Fisikmu tidak mampu lagi. Otot-otot tubuh semakin sulit terbentuk, malahan mulai menyusut. Metabolisme tubuh pun juga semakin berkurang.

Leith memandangnya sebagai momen yang pas untuk mengubah prinsip olahraganya. Menginjak usia 40 tahunan, tubuhmu tidak boleh lagi terfokus pada pembentukan otot.

Jadi, fokuskan pada maintenance otot. Mulailah menjaga kondisi otot agar tetap sehat seiring usia bertambah, dengan melakukan gerakan olahraga yang lebih ringan dibanding sebelumnya.

Salah satunya yang tidak boleh kamu lewati adalah pemanasan

Walau semasa muda kamu masih boleh melewati sekali atau dua kali pemanasan, di usia 40 tahunan hal ini bisa berakibat fatal bila dilewati.

Kenapa? Puluhan tahun yang telah kamu lewati ketika bekerja akan melemahkan abs-mu dan mengencangkan pinggul. Akibatnya, tulang punggungmu lebih rentan terserang penyakit.

Jadi, maksimalkan mobilitas; jangan lewatkan olahraga, seringan apapun itu.

Tips aktivitas fitnes yang pas dari Leith adalah dengan memanfaatkan kettlebell. Angkat bell ini ke atas kepala dengan satu tangan, dorong pinggulmu ke arah tangan yang mengangkat bell, dan turunkan tangan yang lain ke lantai. Hasilnya, otot paha belakang jadi lebih regang, bahumu jadi lebih stabil, dan tulang punggung serta pinggul jadi lebih tergerak.

Jangan lakukan sendirian bila masih belum terbiasa. Mintalah bantuan orang lain untuk membantu menopang tubuhmu sampai bisa terbiasa tanpa bantuan orang lain.


Terakhir, begitu menginjak usia 50 tahunan, utamakan kualitas olahraga


sehat seiring usia bertambah goodmen

Bagi kebanyakan orang, usia 50 tahun adalah waktunya mengistirahatkan tubuh. Tapi ingat, kamu bukan mereka.

Kamu masih membaca tulisan ini karena titik inilah yang paling harus kamu ketahui. Karena kamu tahu beristirahat saja tidak bisa menjaga tubuh sehat seiring usia bertambah hingga 60-70 tahun.

Begitu mencapai momen ini, fisikmu semakin sulit mengerjakan aktivitas berat. Selain otot yang kian melemah, kekuatan otak pun semakin menurun. Pada usia inilah manusia lebih rentan terkena penyakit otak seperti alzheimer dan dementia.

Itulah sebabnya olahraga sangat penting pada titik ini. Manfaatnya bukan cuma menjaga kondisi otot, namun juga menguatkan otak dan jantung.

Tapi awas, jangan terlalu sering berolahraga

Abaikan prinsip berolahraga 5 hari per minggu. Itu berat. Kamu tak akan kuat lagi. Biar fokus pada kualitas olahraganya saja.

Tingkatkan gerakan full motion yang pelan namun menggerakkan seluruh bagian tubuhmu, terutama sendi-sendi penggerak dan paru-paru. Leith menyarankan gerakan yang sangat simpel namun berbobot: Squat.

Akan lebih berbobot (literally) bila kamu melakukan squat sambil mengangkat dumbbell atau kettlebell sampai ke dada. Namun hati-hati, tidak semua orang bisa squatting sambil memegang benda berat di usia ini. Bila begitu, lakukan aktivitas fitnes sesuai dengan kapasitas tubuhmu.


Kesimpulannya, kunci untuk hidup sehat seiring usia bertambah adalah beradaptasi dalam berolahraga


Usia bertambah bukan jadi alasan untuk mengurangi aktivitas tubuh. Malahan, kamu wajib berolahraga supaya bisa hidup sehat seiring usia bertambah hingga lanjut usia.

Anggap ini investasi yang lebih berharga di masa tua. Jauh lebih bernilai dibanding rumah, malah. And on that bombshell…..

Good luck, and have a good life, Good Man!

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen