mengembangkan diri versi goodmen

Menjadi manusia sukses tentunya memerlukan berbagai macam usaha dan sumber daya. Dimulai dari aset keuangan, tenaga kerja, koneksi, waktu dan semacamnya, dimana sumber daya tersebut harus dikembangkan.

Namun demikian, dari semua hal yang diperlukan tersebut, hal yang paling sulit untuk dikembangkan adalah diri sendiri. Ya, kamu tidak salah membaca, yang paling sulit adalah mengembangkan diri sendiri.

Seringkali kita menganggap sepele hal ini, tapi nyatanya, setiap orang sukses, seperti Bill Gates, Jeff Bezos, Sam Walton, semua memiliki 1 hal yang sama. Mereka semua sadar bahwa mengembangkan diri adalah satu hal penting dalam menuju kesuksesan.

Jadi, setelah membaca, inilah giliran kita untuk mulai mengembangkan diri kita sendiri. Tidak mudah, tapi juga tidak mustahil untuk dilakukan. Setidaknya disini kita akan coba mengulas 8 hal yang perlu kita sadari, untuk bisa mulai mengembangkan diri kita.

Zona Nyaman

Sering kali kita merasa nyaman pada sesuatu ketika kita melakukannya secara terus menerus. Misalkan saja, kamu sudah 1-2 tahun bekerja sebagai staff admin, kamu merasa sangat nyaman. Dari keadaan ini, secara tidak langsung kita sudah berhenti untuk berkembang dan stuck pada zona nyaman. Alasannya, kamu tidak akan belajar lagi dengan rutinitas kegiatan yang sama setiap harinya. Ini merupakan hal berbahaya, khususnya dalam mengembangkan diri.

Bekerja untuk hidup? atau hidup untuk bekerja?

Kebanyakan orang beranggapan, semakin banyak kita bekerja, maka semakin cepat kita menuju sukses. Well, sayangnya ini tidaklah sepenuhnya benar.

Karena anggapan seperti ini, kebanyakan orang menahan diri, meskipun ia telah muak dengan pekerjaan saat ini.Ubahlah pola pikirmu sekarang juga. Tidak ada jalan singkat untuk menjadi sukses. Bila kamu merasa tidak cocok dengan pekerjaanmu saat ini. Ada baiknya untuk berpikir apakah jalan terbaik yang harus kamu lakukan.

Kamu tidak perlu takut untuk setiap langkah yang akan kamu ambil, selama kamu memiliki tujuan yang jelas. Berpikirlah secara matang, apa yang kamu butuhkan untuk mengembangkan dirimu.

Merasa selalu sial

Mental menjadi pemain penting dalam persepsi kita dalam menghadapi suatu masalah. Hindarilah mentalitas korban, dimana kamu selalu merasa hal sial hanya terjadi padamu. Well, sry to say, tapi kamu salah besar kalau berpikir seperti itu.

Masalah yang datang, meskipun rumit janganlah dipandang sebagai kesialan semata. Tapi ini bisa menjadi suatu chance bagi kamu untuk berkembang. Cobalah berusaha untuk mengatasi setiap masalah yang datang, meskipun ribet, ketika kamu menyelesaikannya, tanpa sadar kamu sudah berkembang selangkah lebih maju dari rekanmu yang lain.

Suka berpikir kalau, gimana, alangkah baiknya alias berharap

Kita sering mendengar kata PHP, atau di PHP-in  Nah, biar tidak kena PHP, ya jangan sering berharap yang tidak-tidak. Pandanglah setiap hal secara realistis, tidak mungkin segala hal dapat berjalan sesuai yang kamu bayangkan. Namun demikian, bukan artinya kamu tidak boleh berharap.

Berharap tetap jalan, tapi jangan lupa untuk menyiapkan backup plan, bila rencana tidak berjalan sesuai harapan. Dengan demikian, kamu tidak ada akan mudah panik dalam menghadapi suatu masalah. Dengan menerapkan hal ini, kamu akan menjadi diri yang lebih baik.

Selalu mencari waktu yang tepat

Sering kali kita ketika ingin memulai sesuatu, selalu berpikiran “Nanti, cari waktu yang tepat” Nah, sayangnya hal ini adalah hal yang salah. Tidak ada waktu yang tepat, hanya mood kamu sedang tepat atau tidak.

Jangan bergerak sesuai mood saat itu, tapi bergerak berdasarkan rencana dan tujuan yang sudah di buat. Kamu akan menyia-nyiakan kesempatan ketika melakukan sesuatu hanya berdasarkan “waktu yang tepat”.

Hambatan besar karena wawasan yang sempit

Setiap pertumbuhan pasti memerlukan suatu resiko. Contohnya saja kamu tumbuh dari balita hingga dewasa, dari jangka waktu tersebut kamu tentu ada resiko untuk tidak naik kelas, tidak lulus, dsb. Resiko tentu juga ada saat kita ingin mengembangkan diri kita.

Resiko untuk mengembangkan diri tentu bisa kita minimalisir. Bagaimana caranya? mudah, perluaslah wawasanmu. Semakin luas wawasanmu, resiko untuk terhambat dalam mengembangkan diri akan semakin sempit.

Be Yourself

Kamu tidak akan berkembang bila setiap langkahmu, kamu selalu memikirkan pendapat orang. Namun demikian, ini bukan artinya kamu tidak terbuka untuk pendapat yang positif untuk dirimu. Kembali lagi, ke poin sebelumnya, ketika wawasanmu luas, kamu tentu akan tahu, mana opini yang membangun, dan opini yang hanya untuk mengkritik saja.

Cepat puas

Tidak dapat dipungkiri, kebanyakan orang pasti merasa puas ketika sudah mendapat pujian. Atau mungkin, ketika dikatakan bahwa pekerjaan yang dikerjakan olehmu dinilai baik. Tentu dirimu akan puas, dan bangga terhadap hasilnya.

Sayangnya, rasa puas ini kadang seperti sebuah racun ketika tidak di batasi. Dengan kepuasan ini, kamu tidak akan mau belajar untuk berbuat lebih baik lagi dari yang sudah kamu kerjakan. Ubahlah pola pikir, dan batasi rasa puasmu. Bila hari ini kamu bisa mengerjakan 2 langkah, kenapa tidak coba tiga langkah?

Pada akhirnya, pilihan untuk mengembangkan diri haruslah datang dari diri sendiri. Setelah membaca, dan merasa ingin mengembangkan diri, maka mulailah segera. Semoga kita semua bisa menjadi diri yang lebih baik setiap harinya.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen