4 Trik Interview Kerja Ini Terasa Mudah

Ponsel bergetar, ternyata ada email masuk. Pas dicek, email itu berasal dari sebuah perusahaan yang kita lamar. Yup, undangan wawancara atau interview kerja pun kita terima. Melihat hari pelaksanaannya saja sudah bikin kita deg-degan. Apalagi pas hari H. Bisa-bisa kita jadi nervous banget. Keringat dingin terasa di telapak tangan. Mau ambil resume saja sampai gelagapan.

Yaah begitulah, sayangnya nervous adalah musuh utama yang menghalangi kita untuk sukses saat wawancara. Tak peduli seberapa bagus kemampuan kita, kalau sudah panik, peluang keberhasilan bisa berkurang.

Nervous bisa menyebabkan kesalahan nonverbal. Misalnya, 67% orang yang diwawancara gagal melakukan kontak mata dan 33% terlalu terlihat gelisah. Jangan putus asa kalau terlalu gugup di hari-H wawancara, ingatlah kalau kita adalah pemilik otak kita sendiri.

Jurus simpel sebelum kamu menghadapi interview kerja:

1. Cognitive Reframing

laki laki interview kerja goodmen

Cognitive reframing adalah teknik psikologis yang digunakan untuk mengidentifikasi pikiran negatif lalu menata ulang pemikiran itu. Tujuannya disini tentunya merubah apa yang kita anggap menakutkan menjadi tantangan yang lebih positif. Penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa orang akan bekerja lebih baik ketika mereka melihat situasi yang sulit sebagai tantangan, bukan ancaman. Sama halnya seperti wawancara, anggaplah sebagai tantangan.

Wawancara sendiri termasuk kegiatan yang hanya dilakukan perorangan, bukan kelompok. Penelitian telah menemukan bahwa kondisi ini bisa sangat menegangkan, karena meningkatkan tekanan dan kita juga jadi lebih ‘terlihat’. Ketika semua mata tertuju pada kita dalam wawancara, kemungkinan untuk membuat kesalahan jauh lebih tinggi. Gak heran kalau wawancara kerja bisa terasa begitu menekan.

Kabar baiknya, penelitian lain menemukan bahwa penilaian kognitif, atau bagaimana cara kita melihat suatu situasi, memiliki dampak besar pada seberapa baik performa kita. Kalau kita melihat wawancara sebagai tantangan yang bisa diatasi daripada sebagai situasi yang mengancam dan menakutkan, peluang keberhasilan kita meningkat. Sebelum wawancara, buat kalimat motivasi untuk diri sendiri untuk mengingatkan kita kalau ini adalah tantangan yang bisa diatasi, bukan pengalaman yang menakutkan. Menata ulang cara kita menafsirkan “wawancara” memberi peluang sukses yang lebih besar.

2. Mengunyah Permen Karet

laki laki interview kerja goodmen

Makan permen karet sebelum wawancara? Emang ngaruh? Jawabannya mungkin sedikit mengejutkan untuk kita. Para peneliti dari Cardiff University di Inggris menemukan bahwa mahasiswa yang mengunyah permen karet memiliki tingkat stres kerja yang lebih rendah. Tim peneliti yang sama juga menemukan bahwa siswa yang mengunyah permen karet secara teratur melaporkan tingkat stres yang lebih rendah dan kemampuan untuk menyelesaikan beban tugas akademis yang lebih besar.

Sementara itu, peneliti dari St. Lawrence University menemukan bahwa mengunyah permen karet memberikan manfaat pada working dan episodic memory, serta kecepatan pemrosesan informasi umum. Gerakan mengunyah membuat darah mengalir ke kepala, menyebabkan rangsangan syaraf dan membuat kita lebih mudah untuk fokus dan berkonsentrasi.

Mengunyah permen karet sebelum wawancara bisa membantu kita untuk fokus pada inti pembicaraan, mengingat informasi penting dan mengurangi stres yang bisa memicu penurunan performance. Jangan lupa untuk membuang permen karet sebelum wawancara dimulai. Tidak ada interviewer yang ingin melihat berapa banyak gelembung yang bisa kita tiupkan.

3. Tersenyumlah

laki laki interview kerja goodmen

Saat kita terlalu fokus pada pertanyaan yang mungkin ditanyakan dan kualifikasi yang ingin kita tekankan, kita mungkin kehilangan senjata wawancara penting, yaitu senyuman. Sebanyak 38% pencari kerja merasa tertekan dan stres saat wawancara sehingga mereka lupa untuk tersenyum.

Tersenyum itu penting, terutama saat bertemu dengan orang baru, karena itu membantu dalam menunjukkan kalau kita ramah dan mudah diajak bekerja. Ini sangat penting terutama untuk posisi yang langsung berhadapan dengan penjualan dan klien. Misalnya, kita memenuhi undangan wawancara untuk posisi sales executive, maka keterampilan untuk berhubungan dengan orang lain itu penting. Menunjukkan senyuman berarti kita bisa lebih mudah terhubung dengan orang lain.

Sebagai bonus tambahan, tersenyum dalam wawancara mungkin membuat kita merasa lebih bahagia dan rileks. Para peneliti yang mempelajari fenomena tersebut menemukan bahwa ekspresi bisa memengaruhi emosi. Makanya, kalau kita tersenyum, walaupun merasa tertekan, lama kelamaan kita akan mulai merasa lebih bahagia. Kebahagiaan bisa diterjemahkan menjadi kepercayaan diri. Jadi jangan takut untuk menunjukkan senyum indahmu, bisa jadi para pembuka lowongan malah menerima kita

4. Memerhatikan Bahasa Tubuh

laki laki interview kerja goodmen

Kita cenderung menyukai orang yang mirip dengan kita. Gak cuma kita, hampir semua orang seperti itu. Itu sudah jadi fakta hidup, manusia agak egois dalam hal itu. Oleh karena itu, mengikuti bahasa tubuh saat wawancara juga bisa menimbulkan perasaan positif pada interviewer.

Kalau kita ingin meyakinkan interviewer bahwa kita adalah orang yang tepat untuk pekerjaan itu, cermati gerakan nonverbalnya. Termasuk juga nada bicara, bahasa tubuh, postur dan orientasi tubuh. Jangan berlebihan, cukup salin gestur tubuh interviewer kita. Ingat kita ingin membangun kesan yang positif, bukan menakuti-nakuti orang. Dengan menyadari pentingnya bahasa tubuh, kita bisa menjadi subjek wawancara yang lebih menarik.

Wawancara mungkin bisa membuat stres, tetapi penting untuk diingat bahwa kita bertanggung jawab atas nasib kita sendiri. Dengan memanfaatkan 4 mental hacks ini, memungkinkan kita untuk lebih sukses meraih pekerjaan impian kita.

GoodMen Indonesia - A/n Idea, Plan, Guide & Reason to be a Goodmen